Inilah Tanda dan Gejala Tubuh Anda Kekurangan Zat Besi

foto: medicalnewstoday.com

Rancah.com – Kekurangan zat besi dapat terjadi jika kita tidak mencukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh kita. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat sel darah merah. Hal itu terjadi karena zat yang diperlukan untuk memproduksi hemoglobin kurang.

Sebagaimana kita tahu, hemoglobin berperan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika tubuh Anda tidak memiliki hemoglobin yang cukup, jaringan dan otot Anda tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup dan dapat bekerja dengan efektif. Ini mengarah pada suatu kondisi yang disebut anemia.

Dilansir dari healthline, berikut tanda dan gejala yang akan Anda alami jika kekurangan zat besi.

  1. Kelelahan yang Tidak Biasa

Merasa sangat lelah adalah salah satu gejala paling umum dari kekurangan zat besi, mempengaruhi lebih dari setengah dari mereka yang mengalami kekurangan zat besi.

Ketika tubuh Anda tidak memiliki hemoglobin yang cukup, lebih sedikit oksigen yang mencapai jaringan dan otot Anda, sehingga mereka kehilangan energi. Selain itu, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memindahkan lebih banyak darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh Anda, yang dapat membuat Anda lelah.

Banyak orang yang kekurangan zat besi mengalami energi rendah seperti kelemahan, gelisah, sulit berkonsentrasi, serta produktivitas yang buruk di tempat kerja.

  1. Pucat

Kulit pucat dan warna pucat pada bagian dalam kelopak mata bagian bawah adalah tanda-tanda umum kekurangan zat besi.

Hemoglobin dalam sel darah merah memberi darah warna merah, sehingga kadar rendah selama defisiensi besi membuat darah kurang merah. Itu sebabnya kulit bisa kehilangan warna sehat dan kemerahan pada orang yang kekurangan zat besi.

Pucat ini pada orang dengan kekurangan zat besi dapat muncul di seluruh tubuh, atau dapat terbatas pada satu area, seperti wajah, gusi, di dalam bibir atau kelopak mata bawah dan bahkan kuku.

Jika Anda menarik kelopak mata bawah ke bawah, lapisan dalam harus berwarna merah cerah. Jika warnanya merah muda pucat atau kuning, ini menunjukkan bahwa Anda mengalami kekurangan zat besi.

  1. Sesak Nafas

Ketika hemoglobin rendah di tubuh Anda selama kekurangan zat besi, kadar oksigen juga akan rendah. Ini berarti otot Anda tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup untuk melakukan aktivitas normal, seperti berjalan.

Akibatnya, laju pernapasan Anda akan meningkat ketika tubuh Anda mencoba untuk mendapatkan lebih banyak oksigen. Inilah sebabnya mengapa sesak napas adalah gejala umum. Jika Anda sulit bernapas saat melakukan tugas-tugas normal dan sehari-hari yang biasa Anda lakukan, seperti berjalan, naik tangga atau berolahraga, bisa jadi Anda mengalami kekurangan zat besi.

  1. Sakit Kepala dan Pusing

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan sakit kepala. Gejala ini tampaknya kurang umum daripada yang lain dan sering ditambah dengan sakit kepala ringan atau pusing.

Pada kasus kekurangan zat besi, kadar hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah mengakibatkan suplai oksigen dalam darah ke otak tidak tercukupi. Akibatnya, pembuluh darah di otak bisa membengkak, menyebabkan tekanan dan sakit kepala.

Meskipun ada banyak penyebab sakit kepala, sakit kepala berulang yang sering dan pusing bisa menjadi tanda kekurangan zat besi.

  1. Jantung berdebar

Detak jantung yang nyata, juga dikenal sebagai jantung berdebar, bisa menjadi gejala lain dari kekurangan zat besi. Pada kasus kekurangan zat besi, kadar hemoglobin yang rendah berarti jantung harus bekerja ekstra keras untuk membawa oksigen.

Hal ini dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur, atau perasaan bahwa jantung Anda berdetak cepat secara tidak normal.

Dalam kasus yang ekstrem, ini dapat menyebabkan pembesaran jantung, murmur jantung atau gagal jantung. Namun, gejala-gejala ini sangat jarang terjadi. Anda harus mengalami kekurangan zat besi untuk waktu yang lama untuk mengalaminya.

  1. Rambut dan Kulit Kering dan Rusak

Kulit dan rambut yang kering dan rusak dapat menjadi tanda kekurangan zat besi. Ini karena ketika tubuh Anda kekurangan zat besi, ia mengarahkan oksigen yang terbatas ke fungsi yang lebih penting, seperti organ dan jaringan tubuh lainnya. Ketika kulit dan rambut kekurangan oksigen, ia bisa menjadi kering dan lemah.

Kasus defisiensi besi yang lebih parah telah dikaitkan dengan kerontokan rambut. Ini benar-benar normal untuk beberapa rambut rontok selama mencuci dan menyikat setiap hari, tetapi jika Anda rambut Anda sering rontok, itu mungkin karena kekurangan zat besi.

  1. Pembengkakan dan Nyeri pada Lidah dan Mulut

Kadang-kadang hanya dengan melihat ke dalam atau sekitar mulut Anda dapat memberikan indikasi apakah Anda menderita anemia defisiensi besi. Tanda-tandanya termasuk ketika lidah Anda menjadi bengkak, terjadi peradangan, bahkan pucat.

Kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan mulut kering, radang merah di sudut mulut atau sariawan .

  1. Kaki Gelisah

Kekurangan zat besi telah dikaitkan dengan sindrom kaki gelisah.

Sindrom kaki gelisah adalah dorongan kuat untuk menggerakkan kaki Anda saat istirahat. Hal ini juga dapat menyebabkan perayapan yang tidak menyenangkan dan aneh atau sensasi gatal di kaki. Biasanya lebih sering terjadi di malam hari, yang artinya penderita mungkin akan kesulitan tidur.

Penyebab sindrom kaki gelisah tidak sepenuhnya dipahami. Namun, hingga 25% orang dengan sindrom kaki gelisah mengalami kekurangan zat besi. Semakin rendah kadar zat besi, semakin buruk gejalanya.

  1. Kuku Rapuh atau Berbentuk Sendok

Gejala yang jauh lebih umum dari kekurangan zat besi adalah kuku yang rapuh atau berbentuk sendok, suatu kondisi yang disebut koilonychia. Ini sering dimulai dengan kuku rapuh yang mudah pecah dan retak.

Pada tahap selanjutnya dari kekurangan zat besi, kuku berbentuk sendok dapat terjadi di mana bagian tengah kuku menukik dan ujungnya terangkat untuk memberikan penampilan bulat seperti sendok.

Namun, ini adalah efek samping yang jarang dan biasanya hanya terlihat pada kasus anemia defisiensi besi yang parah.

Makanlah Makanan Kaya Zat Besi

Salah satu cara mengatasi kekurangan zat besi bisa dengan cara makan-makanan, seperti:

  • Daging merah, babi dan unggas
  • Sayuran berdaun hijau tua, seperti bayam dan kangkung
  • Buah kering, seperti kismis dan aprikot
  • Kacang polong, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan lainnya
  • Makanan laut
  • Makanan yang diperkaya zat besi
  • Biji dan kacang

Bantu Tingkatkan Penyerapan Zat Besi Anda

Hal utama yang perlu diutamakan dalam mengatasi kondisi ini adalah selalu mengonsumsi vitamin C, yanng akan membantu tubuh Anda menyerap zat besi dengan lebih baik. Pastikan Anda makan cukup makanan yang kaya akan vitamin C, seperti buah-buahan dan sayuran.

Mungkin juga bermanfaat untuk menghindari makanan tertentu yang dapat menghambat penyerapan zat besi ketika dimakan dalam jumlah besar, sepeti teh, kopi, dan makanan yang tinggi kalsium seperti produk susu dan sereal gandum.