Inilah Fakta Kesehatan Seputar Cokelat Putih yang Wajib Anda Ketahui

Ilustrasi cokelat putih

rancah.com – Cokelat adalah salah satu cemilan manis yang banyak disukai oleh orang. Dulu, kita hanya mengenal satu jenis cokelat, yaitu cokelat hitam, akan tetapi baru-baru ini muncul tren pesaingnya, yaitu cokelat putih. Cokelat putih berbeda dengan cokelat hitam.

Coklat putih terbuat dari lemak kakao, yaitu lemak dikeluarkan dari bubur cokelat setelah diproses hingga warnanya menjadi putih gading, 14% total padatan susu, 3,5% lemak susu, dan tidak lebih dari 55% gula atau pemanis lainnya.

Selain tidak mengandung kafein adiktif seperti coklat hitam, cokelat putih memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya karena bahan utamanya, lemak kakao. Lemak tersebut tidak mengandung mikotoksin dan aflatoksin karsinogenik dan memiliki dampak positif pada bagi trombosit dalam darah.

Meskipun sering diklaim sebagai makanan yang kurang sehat karena rasanya yang agak manis, cokelat putih asli sebenarnya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Simak penjelasannya.

  1. Mengurangi oksidasi

Selama proses memasak dan penyimpanan, coklat putih mengalami sedikit oksidasi, yang membuatnya aman untuk dikonsumsi dan tidak bersifat karsinogenik.

Studi lain menemukan bahwa lemak kakao menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap oksidasi yang lebih baik pada tikus daripada minyak sayur.

  1. Tidak mengandung mikotoksin dan aflatoksin

Menurut sebuah studi penelitian dari Health Canada, cocoa butter yang ditemukan dalam cokelat putih tidak mengandung mikotoksin dan aflatoksin karsinogenik, tidak seperti cokelat hitam yang menunjukkan keberadaan racun selama analisis.

  1. Efek positif pada fungsi trombosit

Dalam sebuah percobaan di Universitas Aberdeen di Inggris, menganalisis efek cokelat putih dan hitam pada fungsi trombosit pada pria dan wanita.

Hasilnya menunjukkan peningkatan fungsi trombosit secara signifikan pada pria yang mengonsumsi cokelat putih dibandingkan dengan efek cokelat hitam.

  1. Mengurangi kemungkinan alergi

Tidak seperti cokelat hitam yang memiliki kafein dan theobromine tinggi yang berpotensi menyebabkan alergi dan mengancam kehidupan kucing dan anjing, coklat putih adalah pilihan yang jauh lebih aman, karena telah terbukti mengandung theobromine dalam kadar yang rendah.

Hal tersebut dapat mengurangi penyebab munculnya alergi cokelat pada seseorang.

Efek samping cokelat putih

Meskipun tidak ada efek samping berbahaya dari memakan cokelat putih dalam jumlah sedang, penting untuk menekankan bahwa nilai gizi, manfaat kesehatan, dan efek sampingnya sangat bervariasi tergantung pada produk.

Pastikan untuk memeriksa kadar lemak kokoa atau cocoa butter yang tinggi (sekitar 30%), dan tidak lebih dari 55% gula untuk kualitas cokelat putih terbaik.

Rekomendasi konsumsi harian

Karena tingginya kadar gula yang ditambahkan dalam cokelat putih, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan, kerusakan gigi, diabetes tipe II, dan penyakit jantung.

Untuk menghindari efek samping negatif dari tambahan gula, American Health Association menyarankan bahwa wanita wajib membatasi asupan harian hingga 100 kalori per hari (25 gram atau 6 sendok teh), sedangkan untuk pria jumlah maksimum gula yang ditambahkan setiap hari adalah 150 kalori per hari ( 37,5 gram atau 9 sendok teh).