Dahsyatnya Bangun Pagi

 

Setiap hari pasti kita memiliki segudang agenda atau rencana tentang aktivitas yang hendak ingin dilakukan.Dengan memiliki kebiasaan bangun pagi, bila kita belum merencanakan agenda harian kita pada malam harinya kita pada malam harinya, kita masih memiliki kesempatan untuk melakukannya di pagi harinya. Agenda mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa diakhiri atau ditunda pengerjaannya. Kaidah perencanaan mengatakan , ”Gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan.”
Kita akan sangat -bahkan luar biasa- produktif bila kita membiasakan diri bangun pagi. Tengoklah atau bacalah kehidupan manusia -manusia yang berhasil baik duniawi maupun ukhrawi.Mereka umumnya adalah manusia-manusia yang banyak memulai aktifitas di waktu pagi.Mereka adalah para manusia pagi. Jarang kita jumpai mereka yang suka tidur menjadi pribadi-pribadi yang berhasil dalam hidupnya.
James Citrin, seorang pakar keuangan dalam artikelnya yang berjudul, Tapping the Power of Your Morning Routine, menuturkan bahwa 80 persen pejabat perusahaan yang diwawancarainya bangu pukul 05.30 atau lebih pagi.
Para ulama demikian. Apalagi junjungan kita Rasulullah tidak diragukan lagi bahwa beliau adalah pelaku bangun pagi.Beliau mengawali harinya dengan sholat malam yang diwajibkan khusus beliau. Dan kita tidak meragukan bahwa satu-satunya tokoh sukses baik di dunia akhirat dan tidak ada tandingannya bahkan hingga akhir zaman nanti adalah beliau-Rasullah.
RASULLAH ADALAH SEORANG TELADAN MENURUT PARA CENDEKIAWAN DUNIA
MAHATMA GANDHI
Inilah pernyataan Mahatma Gandhi dari India,” Saya takjub, manusia seperti apakah yang hingga akhir ini menawan hati jutaan manusia, ketika menamatkan biografi Sang Nabi, saya sedih karena tak ada lagi yang bisa saya baca tentang kehidupan nan agung itu.
ALPHONSE DE LAMARTINE
Sedangkan Alphonse de Lamartine, Sastrawan dan Cendekiawan Perancis abad 19 menyatakan tentang diri Nabi Muhammad ” filosof,orator, Nabi, pembuat hukum, pejuang, penakluk pikiran, pemulih dogma-dogma rasional dan peribadahab tanpa patung dan gambar; pendiri 20 kerajaan spiritual; itulah Muhammad. Berdasarkan semua standar untuk mengukur keagungan seseorang, kita bisa bertanya, adakah manusia yang lebih agung daripada dia?”
Pola hidup Rasullah sedemikian indah dan beliaulah sebaik baik contoh yang sudah mendapat lisensi dari langit. dan salah satu pola kebiasaan beliau adalah senantiasa terbangun di waktu pagi- untuk menunaikan shalat malam dan shalat subuh berjamaah.
Produktifitas dalam aktifitas akan banyak kita peroleh di waktu pagi. InsyaAllah.Saya sendiri merasakan sesuatu yang menarik ketika bangun pagi.
Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam bukunya, Nilai waktu dalam Pandangan Ulama, menuturkan bahwa Imam al Khali Ibnu Ahmad Al farahidi mengatakan,” Wajtu dimana pikiran manusia dalam kejernihan sempurna adalah waktu sahur”, sedangkan Imam Azzamaksyari mengatakan;”Di antara ucapan bijak para ulama adalah ; ketika waktu sahur telah tiba, maka ketuklah pintuku sehingga engkau mengetahui tempat pikiran dan pendapatku.
Berkaitan dengan pernyataan dua ulama tersebut, Abdul Fattah ( penulis bukunya) berkomentar,” Adapun alkhalil bin Ahmad serta Imam az-Zamakhsyari berkata demikian tentang keutamaan waktu sahur(yaitu waktu menjelang terbitnya fajar) adalah waktu puncak semangat seseorang, waktu puncak seseorang memiliki persediaan pikiran, akal,dll
Lebih lanjut, beliau (Abdul Fattah) menuturkan;” waktu sahur merupakan waktu terbaik bagi seseorang untuk melakukan kegiatannya, seperti menulis, mengarang buku, mempelajari kesulitan dan memecahkannya.
Adapun bagi yang ingin menghafal, mengulangi pelajaran, dan sebagainya,waktu malam hari adalah waktu paling tepat untuk itu.
Allah berfirman ;”Inna Nasyiatal Laili Hiya Asyahaddu wath aw wa Aqwamu qila Wallahu alam.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca, Terima Kasih.