Cinta Dalam Cerita Nyata

Rancah.com – Kawan online, pasti kalian tahu apa namanya “ Cinta “ ? Yah.. perasaan yang membuat pikiran dan hati tak seirama. Perasaan yang membuatmu melayang di mabuk kepayang. Pasti kalian pernah merasakan perasaan seperti menemukan cinta sejati. Pastinya kalian akan berusaha untuk menjaganya kan? Ketika ada yang berubah pada kekasihmu, pasti otakmu berpikir keras untuk terus berpikir positif tentangnya. Hatimu kau paksa untuk terus bertahan. Walau naluri mu berkata ini tak benar. Yah.. saya pernah merasakannya. Rasa cinta yang seakan abadi namun ternyata sangat tak berbudi.

Waktu mempertemukanku dengan seorang lelaki yang sholeh dan berpendidikan. Tak kusangka pertemuan itu membuat aku dan dia semakin dekat. Hingga suatu waktu, sambil menangis dia memberiku surat  beserta hadiah kecil yang dibungkus kertas bergambar hati.  Surat itu berisi pernyataan rasa sukanya padaku dan janji akan meminangku. Dia juga  bersedia menungguku sampai sekolahku selesai. Ibuku tau hal itu, tapi ibu melarang kami untuk berkomunikasi dengan alasan agar pendidikanku tidak terganggu.

Setahun terlewati. Masuk  panggilan di ponsel ku dari nomor yang tak ku kenal. Ku angkat, dan ternyata itu dia. Sekedar bertanya kabar, dan memberi kabar bahwa dia kan pergi ke Kediri untuk belajar. Perasaanku saat itu seperti ingin melarangnya, tapi sudahlah itu haknya.

3 bulan kepergiannya, dia mengirim pesan padaku, bahwa jangan menghubunginya selama dia disana. Ku lakukan! Namun saat perasaan rinduku sudah tak terbendung, ku menelponnya. Dan saat itu bukan bahagia yang ku dapat, tetapi rasa sakit. Yang mengangkat telponku adalah seorang wanita, dan mengaku bahwa dia adalah pacarnya.  Saat itu langsung ku matikan ponselku. 2 jam kemudian dia menelponku, menjelaskan bahwa wanita itu adalah sepupunya. Jadi seakan ini mengetes rasa sabarku guys, Sh*t !!

Setahun berlalu, seperti ada yang aneh padanya. Tak pernah beri kabar. Pernah sekali tapi sebentar, dan sekali lagi mengatakan jangan menghubunginya selama dia disana. Aku terus berpikir positif. Hingga pada akhirnya, keanehan yang ku rasa itu terbukti. Tak sengaja ku buka facebook ku, dan di terlihat di berandaku foto pernikahannya dengan seorang wanita yang kuduga itu adalah wanita yang pernah mengangkat telponku. Saat itu juga hatiku hancur. Ingin rasanya ku berteriak sekencang-kencangnya. Tapi tak lama kemudian, ada panggilan masuk di ponselku, kulihat ternyata itu adalah lelaki br**gsk itu. Saat itu juga  ku blokir nomornya, dan semua medsos yang mungkin bisa dia lacak untuk menghubungiku. Kini sudah hampir 3 tahun ku terlepas dari bayang-bayangnya.

Menceritakan ini semua sebenarnya hal yang tak penting, hanya membuat ku teringat kembali kepada sosok baj**gan itu. Namun aku hanya sekedar berbagi cerita, agar tak ada lagi yang mempunyai cerita sesakit ini yang sama denganku. Kepada teman-teman, janganlah terlalu mencinta pada sesuatu yang tak pasti. Fokuslah pada hidupmu, fokuslah pada tujuan utamamu. Masalah cinta biarlah dia datang sendiri. Cinta yang halal akan datang diwaktu yang tepat. Tuhan telah menulis jodoh kita masing-masing di Lauh Mahfudz-Nya.

by Anis Salsabilah