Kenapa Perjalanan Pulang Selalu Lebih Cepat daripada Pergi? Ternyata Begini Alasannya

Perjalanan Pergi Terasa Lebih Lama

Rancah.com – Jarak yang ditempuh sama, namun perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat daripada pergi. Apakah Anda sering bahkan selalu merasakan hal itu? Misalnya, Anda pergi ke suatu pantai dengan jarak 50 km. Kemudian, Anda pulang ke rumah melewati rute yang sama dengan jarak 50 km. Anda lalu merasakan perjalanan pulang lebih cepat dibandingkan saat menuju ke lokasi pantai.

Perlu Anda ketahui, sebagian besar orang di dunia ini juga pernah merasakan hal demikian. Bahkan, para peneliti sudah lama mengamati hal itu dan menyebutnya ‘Return Trip Effect’ atau ‘Efek Perjalanan Pulang’. Intinya, perasaan perjalanan pulang lebih cepat daripada pergi hanyalah persepsi yang muncul di dalam otak manusia.

Seperti yang dilansir di idntimes.com, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai Return Trip Effect:

1. Otak kita lebih fleksibel saat pulang

Saat perjalanan pergi (ke suatu lokasi), otak kita akan fokus terhadap rute yang kita temui di sepanjang jalan. Semakin otak kita fokus terhadap sesuatu, maka persepsi otak terhadap waktu akan terasa lebih lama.

Hal ini sama seperti siswa di kelas yang sedang fokus terhadap pelajaran matematika yang dijelaskan oleh gurunya. Siswa bahkan sering mengatakan, “aduh, lama sekali jam pelajaran matematika ini. Kayaknya jam di dinding rusak”.

Sementara itu, otak kita akan lebih fleksibel dan familiar saat perjalanan pulang ke rumah. Otak kita sudah tidak lagi fokus untuk mencerna rute yang kita temui di sepanjang jalan. Sehingga persepsi kita terhadap waktu terasa lebih cepat dibandingkan perjalanan pergi.

“Meski dalam jarak tempuh yang sama, waktu akan terasa lebih pendek sebab waktu bukan lagi perkara yang penting untuk ditaati atau lebih fleksibel. Kita alihkan perhatian untuk hal-hal lain selama perjalanan baik aktivitas sendiri maupun memperhatikan hal-hal yang terlewati, sehingga tak sadar sudah kembali ke titik awal (sampai rumah),” terang seorang psikolog, Dan Zakay, seperti yang dilansir di tirto.id.

2. Punya target waktu perjalanan pergi

Kita biasanya mematok target waktu saat perjalanan pergi. Alhasil, kita beberapa kali mengecek jam dan khawatir perjalanan yang ditempuh tidak sesuai target waktu. Hal ini membuat persepsi di dalam otak merasa perjalanan pergi lebih panjang.

Sementara itu, kita tidak pernah mematok waktu perjalanan pulang. Hal ini membuat efek psikologis bahwa perjalanan pulang terasa pendek karena kita tidak terbebani oleh target waktu.