Minum Alkohol Bisa Buat Badan Jadi Hangat? Ini Alasannya

Minum Alkohol Bisa Buat Badan Jadi Hangat?
Foto: Freepik.com

rancah.com – Alkohol merupakan minuman yang ilegal dan dilarang oleh agama di Indonesia. Namun, sebagian besar negara di Benua Eropa, minuman ini menjadi salah satu hal yang biasa untuk dikonsumsi. Ciri-ciri pipi yang merah, berkeringat banyak, dan mata memerah pada seseorang tentu menunjukkan bahwa alkohol memberikan efek samping pada suhu tubuh. Lantas, apakah dengan minum alhohol benar-benar dapat menghangatkan badan?

Jawabannya tidak. Dilansir dari livescience, hal yang menyebabkan rasa hangat pada tubuh saat mengkonsumsi alkohol sebenarnya adalah darah. Banyak  efek samping dari mengkonsumsi alkohol yang dapat dikaitkan dengan sifat-sifatnya sebagai vasodilator (melebarkan pembuluh darah).

“Alkohol menyebabkan pembuluh darah di kulit anda membesar, mengecilkan pembuluh darah dari kulit di bagian tengah hingga ke tepi kulit Anda,” kata Ted Simon, seorang ahli saraf dan ahli toksikologi bersertifikat yang bertindak sebagai saksi ahli dalam kasus narkoba dan alkohol. “Suhu tubuh anda sebenarnya tidak berubah; Anda hanya mendistribusikan panas,” katanya kepada Live Science.

Manusia mempertahankan suhu tubuh sekitar 37 derajat Celsius, dan sebagian besar dari panas ini dihasilkan oleh metabolisme tubuh, menurut Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan.  Alkohol melebarkan arteri dan meningkatkan aliran darah melalui kulit, tangan, jari tangan dan kaki sehingga memberi perasaan hangat segera setelah mulai minum.

Namun, alkohol tidak menghasilkan lebih banyak panas secara signifikan dalam tubuh daripada makronutren lain; agak lebih sedikit daripada protein dan lebih dari karbohidrat dan lemak. Minum hingga sekitar 5 minuman (70 gram alkohol murni) dalam satu sesi di lingkungan beriklim mungkin tidak secara signifikan mempengaruhi suhu inti tubuh.

Salah satu kecenderungan alami tubuh adalah untuk mendeteksi dingin, seperti untuk melindungi tubuh dari  radang dingin atau hipotermia. Biasanya, pembuluh darah Anda mengerut pada suhu yang lebih rendah untuk mengarahkan darah ke organ vital Anda, kata Ted Simon. Alkohol membalikkan proses ini. Terlebih lagi, karena tubuh menganggap panas, keringat pun akan keluar dengan banyak. Hal itu merupakan respons alami yang dibentuk untuk menurunkan suhu tubuh.

Ditambah dengan efek kognitif alkohol, komplikasi serius dapat muncul. Tahun lalu, New York Daily News melaporkan bahwa “seorang siswa mabuk meninggal karena hipotermia setelah ia mencoba berjalan sembilan mil ke rumah tanpa mantel di malam yang dingin membeku di Inggris.”Mengkonsumsi alkohol  satu gelas saja dapat menurunkan suhu tubuh secara drastis. Namun, apabila dikonsumsi secara terus-menerus pada saat cuaca sedang dingin sangat berbahaya.

Beberapa studi telah menemukan bahwa konsumsi alkohol berlebih, terutama di luar ruangan saat cuaca dingin atau di malam hari menjelang pagi buta, sering berperan besar dalam peningkatan risiko cedera terkait hipotermia yang bisa berakibat fatal. Hipotermia (penurunan suhu tubuh di bawah 95 ° F atau 35 ° C) pada pecandu alkohol kronis adalah penyebab terbanyak kematian akibat mengkonsumsi alkohol.