Gengsi Untuk Kebutuhan Hidup Atau Gaya Hidup

Bagian dari kebutuhan atau gaya hidup (Sumber: Unsplash.com)

Manusia merupakan makhluk sosial yang sejatinya memiliki interaksi dengan manusia lainnya. Dalam pergaulan soasial terdapat tuntutan-tuntutan yang mungkin mengharuskan seseorang melakukannya agar diterima dalam pergaulan tersebut. Perlu ditekankan harus adanya pembatasan diri sehingga apa yang dilakukan tidak melewati kapasitas diri yang dimiliki. Sederhananya yaitu tidak memaksakan, menjalankan hidup dan interaksi sesama manusia sesuai kadar kemampuan.

Gengsi. Kata tersebut tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kata gengsi dapat diartikan sebagai martabat, harga diri. Dimana perilaku yang mengedepankan gengsi merupakan tindakan untuk menjaga martabat atau harga diri. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah makna kata gengsi yang dimengerti masyarakat umumnya yaitu rasa malu jika tidak mengikuti trend atau sesuatu yang dilakukan dalam suatu perkumpulan, baik perkupulan kecil (komunitas) ataupun perkumpulan besar (nasional dan internasional). Selanjutnya, gengsi tidak sebaiknya berhubungan dengan kebutuhan hidup, karena jika gengsi dikaitkan dengan kehidupan akan berakibat menjadi gaya hidup.

Sebagai contoh, seseorang membutuhkan untuk minum kopi. Kebutuhannya adalah minum kopi namun untuk mengikuti gaya hidup dan gengsi minum kopi di kafe mahal yang memiliki brand terkenal, padahal dengan minum kopi yang lebih murah sudah memenuhi kebutuhannya untuk minum kopi. Contoh lain yaitu makan, makan merupakan kebutuan wajib untuk setiap makhluk hidup. Kebutuhkan hidup untuk makan dapat terselesaikan dengan makan bersama keluarga dirumah, namun jika mengikuti gaya hidup maka mengharuskan untuk makan direstoran yang tentunya memerlukan biaya lebih mahal dibandingkan makan dirumah.

Kedua contoh diatas merupakan perbandingan antara kebutuhan hidup dengan gaya hidup, semoga dapat ditangkap maksud dari contoh tersebut. Dimana kebutuhan hidup dapat terpenuhi tanpa harus mengikuti gaya hidup. Gaya hidup terjalin ketika rasa diri ingin mengikuti lingkungan yang menuntutnya dan menjadi gengsi jika tidak melakukannya. Hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika diri mempunyai kemampuan untuk hidup seperti itu, namun jika memaksakan keadaan maka tentunya ini akan menjadi bahaya untuk finansial.

Nah, mari kawan-kawan lebih bijak lagi dalam menjalani kehidupan ini. Jika memiliki sedikit maka disyukuri dan jika memiliki banyak lebih baik dibagi kepada yang membutuhkan. Jangan menuruti rasa gengsi karena tidak akan ada habisnya, jalani hidup apa adanya dengan begitu akan merasa lebih bahagia dan terhindar dari rasa iri. Jika sesekali ingin melakukan sesuatu yang mewah untuk apresiasi diri tidak masalah namun jangan menjadikannya sebagai kebutuhan.