Sisi Lain Dibalik Pandemi Covid-19

Udara yang sehat akibat Covid 19 

Awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan kabar  dari China adanya sebuah penyakit menular yang disebabkan sebuah virus yaitu SARS-CoV. Penyakit ini disebut dengan Covid-19 yaitu singkatan dari Corona Virus Disease 2019 . Penyakit ini menyerang sistem pernapasan manusia dan jika sudah sangat akut dapat menyebabkan kematian. Seluruh dunia gempar dengan kabar ini tidak butuh waktu lama hampir seluruh bagian dunia sudah terinfeksi penyakit ini tanpa terkecuali Indonesia

Dalam artikel ini tidak membahas lebih dalam tentang COVID -19 terhadap kesehatan karena sudah puluhan artikel membahsa mengenai itu. Saat ini mari melihat dampak apa saja yang ditimbulkan COVID 19 terhadap lingkungan

Salah satu usaha pemerintah dalam memerangi pendemi ini adalah dengan menerapkan sistem “lockdown “ yaitu semua orang dipaksa tetap berada di rumah bekerja dari rumah, belajar dari rumah, masyarakat tidak lagi keluar rumah , pabrik mulai ditutup . kondisi jalanana sepi karena tidak ada kendaraan bermotor menyebabkan berkurangnya  polusi udara Berdasarkan pemantauan di lima Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hasilnya menunjukkan perbaikan kualitas udara, terutama menurunnya kosentrasi parameter PM 2.5 selama penerapan WFH. Namun, WFH bukanlah faktor tunggal untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta.  “Penurunan ini juga konsisten dengan tingkat curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, konsentrasi parameter PM 2.5 menunjukkan penurunan dan ketika hari-hari tidak hujan, konsentrasi parameter PM 2.5 sedikit meningkat,” kata dia. Selain itu, arah angin juga berpengaruh terhadap polutan jenis PM 2.5 ini atau partikel debu halus berukuran 25 mikrogram/m³.

Tidak hanya di Indonesia beberapa negeara lain juga merasakan dampak positif ini terutama Negara china. China adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia , penelitian menunjukan hamper seperempat emisi gas karbondioksida turun di china. Tidak hanya gas karbondioksida gas NO2, emisi gas buang dari mobil , pembangkit listri, dan pabrik juga turun 40 % dari biasanya . Negara italia terutama di kota roma juga merasakan dampak yang sangat positif dari pandemic ini konsentrasi nitrogen Dioksida /No2 berukurang sebanyak 26-35 % dari biasanya. New york juga merasakan hal yang sama penelitian menunjukan terjadi penurunan emisi carbondioksida sebanyak 5-10 % dari biasanya

limbah masker akibat Covid 19

Salah satu bentuk penularan dari penyakit ini adalah melalui droplet atau air liur yang keluar dari mulut melalu bersin , batuk , dan berbicara. Selain tetap berada di rumah pencegahan penularan dapat di lakukan dengan penggunaan masker. Akibatnya Pemakaian masker dan APD di masyarakat mengalami peningkatan yang sangat tajam. Peningkatan pemakaian masker dan DP  diikuti dengan meningkatnya Timbulan sampah masker . Masker yang digunakan kebanyakan adalah masker sekali pakai sesuai dengan namanya masker ini tidak dapat didaur ulang,

Penumpukan limbah masker dan APD ini juka tidak di kelola dengan baik akan sangat mencemari lingkungan terutama kebanyakan masyarakat Indonesia masih membuang samapah di sungai hal ini akan sangat mencemari ekosistem sungai dan laut . untuuk menangangi masalah limbah ini  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2002 Tentang peneglolaan limbah infeksius dan sampah rumah tangga dari penanganan Corona Virus Disease (Covid-19 ). Limbah Infeksius dari ODP yang berasal dari rumahtangga dapat dilakukan pengelolaan sebagai berut :

  1. Mengumpulkan Limbah Infeksius berupa Limbah APD antara lain berupa Masker sarung tangan dan baju pelindung
  2. Mengemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup
  3. Mengangkut dan memusnakan pada pengolahan limbah B3

Untuk mengurangi peningkatan Sampah masker dan ADP masyarakat hanya perlu melakukan 2 hal yaitu :

  1. Mengganti pemakaian masker sekali pakai dengan masker kain yang dapat di pakai selamanya , selama masker tersebut dicuci dan di bersihkan setelah pemakaian
  2. Tetap berada dirumah