Dampak dan Penanganan Limbah B3 terkait Covid-19

Rancah.com – Setiap hari jumlah pasien yang terkena Covid-19 semakin bertambah, menyebabkan jumlah limbah B3 semakin meningkat. Jika tidak dikelola dengan tepat limbah B3 akan terus menumpuk dan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Limbah B3 cair ataupun padat yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan melalui media air, tanah, udara, dan biota. Adapun dampak limbah B3 terhadap kesehatan manusia yaitu:

  1. Efek akut, dapat menimbulkan kerusakan syaraf, kerusakan sitem pencernaan, kerusakan sitem kardio vaskuler, kerusakan sitem pernafasan, kerusakan pada kulit dan kematian.
  2. Efek krosis, menimbulkan efek karsinogenik (pendorong terjadinya kanker), efek mutagenik (pendorong mutasi sel tubuh), efek teratogenik (pendorong terjadinya cacat bawaan) dan kerusakan sitem reproduksi.

Oleh karena itu limbah B3 harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Lhk No. 2 / Pslb3/ 3/ 2020 Penanganan Limbah B3 terkait Covid-19, yaitu:

  1. Limbah infeksius yang berasal dari fasyankes
    • Melakukan penyimpanan dalam kemasan tertutup maksimal 2 hari sejak dihasilkan
    • Mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan LB3 menggunakan fasilitas incineratordengan suhu pembakaran minimal 800°C atau autoclave yang dilengkapi dengan pencacah
    • Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilekati simbol “Beracun” dan label limbah B3 yang selanjutnya disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 untuk selanjutnya diserahkan pada pengelola limbah B3.
  2. Limbah infeksius yang berasal dari rumah tangga ODP
    • Mengumpulkan limbah infeksius berupa limbah alat pelindung diri, antara lain, berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri
    • Mengemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup
    • Mengangkut dan memusnahkan pada pengolahan limbah B3
    • Menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius dari masyarakat, sebagai berikut:
      • Limbah alat pelindung diri, antara lain, masker, sarung tangan, baju pelindung diri, dikemas tersendiridengan menggunakan wadah tertutup yang bertuliskan “Limbah Infeksius”
      • Petugas dari dinas yang bertanggungjawab di bidang lingkungan hidup, kebersihan dan kesehatan melakukan pengambilan dari setiap sumber untuk diangkut ke lokasi pengumpulan yang telah ditentukan sebelum diserahkan ke pengolah limbah B3.
  3. Sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga
    • Seluruh petugas kebersihan atau pengangkut sampah wajib dilengkapi alat pelindung diri, khususnya masker, sarung tangan dan safety shoes yang setiap hari harus disucihamakan
    • Dalam upaya mengurangi timbunan sampah masker, masyarakat yang sehat diimbau untuk menggunakan masker guna ulangyang dapat dicuci setiap hari
    • Kepada masyarakat yang sehat dan menggunakan masker sekali pakai harus merobek, memotong atau menggunting masker dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah
    • Pemerintah daerah menyiapkan tempat sampah khusus masker di ruang publik.