Natsir L Legenda Bulutangkis Wanita Dipanggil Butet

Rancah.com – Namanya akan di kenang sebagai salah satu pemain ganda campuran terbaik yang pernah di miliki indonesia

pernah menduduki peringkat 1 dunia bersama Nova widianto dan pernah mendapatkan 3 kali mendali all england bersama Tontowi Ahmad, dia lah LILIYANA NATSIR, perempuan kelahiran manado 9 September 1985  ini pernah selalu menjadi tumpuan indonesia di turnamen internasional

permainan ciamik di depan net dan mempunyai dropshot dan pertahanan yang bagus membuat liliyana natsir menjadi salah satu pemain perempuan yang di segani di dunia bulutangkis

kalau di ganda putra ada hendra setiawan pemain yang selalu tenang dan tanpa ekspresi maka di putri liliyana natsir termasuk orang yang susah di tebak gerakan bola nya saat bermain

sejak dini liliyana memang sudah menunjukan bakatnya, hal ini terbukti ketika dia berhasil menjuarai  kejuaraan junior indonesia opren 2002 dan Singapore open 2004dan prestasi membanggakan dari liliyana pada usia 20 tahun, dia berhasil mendapatkan gelar juara dunia pada tahun 2005 setelah berhasil menglahkan pemain china Xie Zhongbo/Zhang Yawen 13-15, 15-188, 15-2

bersama Nova widianto liliyana kembali menjurai kejuaraan dunia tersebut selang 2 tahun tepatnya 2007, butet berhasil mengalahkan pemain china Zheng Bo/ Gao Ling 21-16, 21-14  dan pertasi terbaiknya lainya bersama nova widianto adalah mendapatkan perak olimpiade beijing 2008 setewlah di kalahkan pemain non unggulan asal korea selataN

Setelah pensiunnya Nova widianto liliyana kembali bertandem dengan pemain muda asal pb Djarum Tontowi Ahmad pada 2010, butuh waktu 1 tahun untuk butet membuktiakn dirinya bahwa dia bisa membimbing juniornya untuk menjadi pemain yang di segani dunia layaknya Nova widianto yang berhasil membimbing liliyana

tepatnya di India Terbuka 2011 butet/owi berhasil menjadi juara setelah mengalahkan sesama pemain indonesia pia zebaidah/fran kurniawan 21-18, 23-21, setelah kemenangan di india terbuka butet/owi berhasil menjuarai turnamen singapora open 2011 dan All England 2012

sejarah yang paling membanggakan untuk indonesia, setelah sekian lama akhirnya ada pemain ganda campuran yang menjuarai turnamen All England, di final mereka benar-benar menampilkan permainan yang menakjubkan dan hal ini membuat lawan mereka sekaligus unggulan  asal denmark Thomas  Laybourn/Kamilla Rytter Junhl  dua set langsung 21-17, 21-19

Di tahun 2013 tepatntnya di kejuaraan yang sama All England lilityana bersama pasangannya berhasil melaju ke final, sebagai unggulan kedua liliyana harus menghadapi unggulan pertama asal china Zhang Nan/ Zhao Yunlei

di luar dugaan Butet/Owi berhasil menglahkan pasangan kekasih asal tirai bambu ini dalam dua set 21-13, 21-17, hal ini kembali berlanjut di tahun 2014 melawan lawan yang sama dengan skor yang sama juga

bukan pemain china kalau selalu kalah zhang nan/zhao yunlei seolah berhasil menemukan titik lemah ganda campuran kita hal ini terbukti dari berbagai turnamen liliyana harus sebagai runner up seperti Kejuaraan Asia 2016, babak semifinal kejuaraan dunia 2015

Kejauraan dunia 2015 mungkin menjadi kekalahan yang menyakitkan bagi liliyana natsir karena Kejuaraan Dunia itu di selenggarakan di Istora Senayan Jakarta dan Liliyana menjadi pemain unggulan indonesia saat itu, tetapi harapan liliyana pupus ketika dirinya tidak bisa melaju ke final setelah di kalahkan teman sekaligus mush bebuyutannya sendiri

walaupun begitu liliyana natsir berhasil membawa kan emas untuk indonesia di kejuaaran dunia 2017 setelah mengalahkan pemain terbaik china dan junior mereka Zhang Siwei/ Chen Qingchen 21-13, 16-21, 22-20

Dan di tahun 2016 tepatnya di tanggal 16 Agustus Liliyana natsir dan Tontowi Ahmad berhasil memberikan kado terbaik untuk indonesia karena mereka mendapatkan gelar bergengsi di dunia emas Olimpiade 2016

mereka berhasil mengalahkan pasangan asal malaysia Chang Pe Shung / Goh Liu Ying 21-14, 21-12, pertandingan yang dilakoni di final memang sudah banyak yang memprediksi bahwa pasangan ganda campuran indonesia akan memenangkan pertandingan tersebut

karena sebelumnya butet/owi berhasil mengalahkan musuh bebuyutan mereka zhang nan/zhao yunlei dalam pertandingan dua set langsung 21-16, 21-15, permaian ciamik dari butet di depan net dan over baik owi di belakang membuat pasangan china di buat ke bingunan

dengan kemenangan ini  menjadi kado terindah untuk indonesia di hari kemeredekaan

berikut sebagaian gelar juara dari liliyana natsir putri manado yang berhasil menjadi pemain yang melegenda bersama tontowi ahmad :

  • Mendali perak Asian Games 2014
  • Mendali perunggu Asian Games 2018
  • Juara Indonesia Open 2018
  • Runner up Indonesia Masters 2018
  • Runner up Singapore Open 2018
  • Runner up Indonesia Masters 2019
  • Juara All England 2012, 2013, 2014
  • Juara Indonesia Open 2017
  • Juara French Open 2014, 2017
  • juara Hong Kong Open 2016
  • Juara China Open 2013, 2016
  • Juara Malaysia Open 2016
  • Juara Singapore Open 2011, 2013, 2014
  • Juara India Open 2011, 2012, 2013