Rochy Putiray, Striker Tajam Legendaris Timnas Indonesia Asal Maluku

Sumber Foto : Indosports.com

Rancah.com – Striker merupakan posisi yang bertugas sebagai pencetak gol bagi suatu tim sepakbola. Sebagai pemain yang bertugas untuk mencetak gol demi gol untuk meraih kemenangan di setiap pertandingannya dibutuhkan skill yang mempuni dan juga insting tajam dalam menceploskan bola ke jala gawang lawannya. Diseluruh dunia banyak sekali terlahir striker-striker tajam yang malang melintang di dunia persepakbolaan internasional seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic, Sergio Aguero, Robert Lewandowski dan banyak striker tajam lainnya.

Di pesepakbolaan Indonesia sendiri, kita pernah memiliki striker yang tajam dan mematikan bahkan memiliki pengalaman bermain di luar Indonesia. Dia adalah Rochy Melkiano Putiray, ya siapa yang tidak mengenal sosok striker tajam yang nyentrik satu ini. Pria kelahiran Maluku 26 Juni 1970 yang kini sudah berumur 50 tahun tidak dapat diragukan lagi dalam prestasinya dibidang sepakbola.

Pemain yang juga pernah bermain bersama Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Widodo C. Putro di Timnas Indonesia ini memiliki karir yang Panjang di dunia sepakbola, hingga ia menjadi salah satu legenda sepakbola bagi maluku tanah kelahirannya maupun Indonesia tentunya.

Rochy mengawali karir sepakbolanya di klub lokal asal Jawaa Tengah yaitu Arseto Solo dari tahun 1987 – 1998, dengan catatan 219 pertandingan dan Rochy mampu mencetak 180 Gol. Kemudian ia berpindah ke klub lain yaitu Persijatim, hal ini dikarenakan klub Arseto Solo dibubarkan akibat kerussuhan 1998. Persijatim merupakan tim yang kini telah berganti nama menjadi Sriwijaya FC. Rochy bermain untuk Persijatim dari tahun 1998-2000, dengan torehan 15 Gol dari 19 pertandingan.

Setelah sukses di klub Indonesia Rochy yang memiliki talenta luar biasa seabagai seorang pesepakbola diposisi penyerang dikontrak oleh klub asal Hongkong sebagai klub pertamanya di luar negeri yaitu Instant-Dict FC, ia mampu mencetak 20 gol kala itu. Di sanalah ia mulai digandrungi warga Hong Kong karena bersama tim tersebut ia mampu membawa tim tersebut runner-up Liga Hong Kong dan menjadikan dirinya topskor di musim tersebut dengan 20 gol. Lalu ia mampu memikat klub asal Hongkong lainnya yaitu klub South China AA setelah melihat kemampuannya bermain yang berada diatas rata – rata pemain saat ini, apalagi posturnya yang mungil dan lincah sulit untuk dihadang.

Rochy membuktikan bahwa pemain asal Indonesia mampu bersaing dikancah luar negeri sebagai pesepakbola yang sukses. Di south China AA dia mampu mencatatkan 41 gol dari 30 pertandingan. Sungguh rekok yang fantastis bagi pemain asli Indonesia di kancah dunia. Setelah bermain selama 2 tahun dari tahun 2002 – 2003, ia kembali ke Indonesia memperkuat Persijatim Solo FC. Namun tidak lama talentanya dilirik kembali oleh klub asal Hongkong lainnya.

Rochy bermain untuk Kitchee SC dengan catatan 25 pertandingan dan mencetak 12 Gol. Hal yang paling diingat oleh masyarakat Indonesia Ketika ia mampu mencetak 2 gol ke gawang AC Milan yang diperkuat pemain – pemain bintang. Hinga saat ini kenangan itu selalu menjadi cerita manis. Setelah membuktikan ia masih tajam diusia 35 tahun selama di Kithcee SC 2 tahun, ia kembali ke Indonesia dengan memperkuat PSS Sleman di tahun 2007, dan ia memutuskan gantung sepatu di usia 37.

Catatan bersama timnas Indonesia seniornya pun tidak kalah bagus dari karir di klub. Tercatat Rochy mampu bermain untuk Indonesia sebanyak 41 pertandingan dengan catatan gol yang tinggi yaitu 17 gol. Hal ini tentu mesejajarkan dirinya dengan pemain- pemain timnas top lainnya seperti Widodo Cahyo Putro, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Ricky Yakobi, dan masih banyka nama – nama besar lainnya.