Kegagalan yang Membanggakan dari Die Rotten Bullen

Sumber: LeipzigIndonesia/photo Instagram

Rancah.com –  Stadion Estadio Da Luz, Lisbon, Portugal menjadi saksi bisu terhentinya kejutan-kejutan yang dibuat oleh Rassen Ballsport(RB) Leipzig. Paris Saint Germain (PSG) memupus harapan dari Die Rotten Bullen. PSG mencatatkan skor 3-0 dalam laga semifinal Liga Champions musim 2019-2020.

Pencapaian RB Leipzig di Liga Champions musim 2019-2020 sebagai semifinalis Liga Champions sangat diluar dugaan para kritikus sepakbola. Tidak ada yang menyangka RB Leipzig di musim ini akan melaju sejauh ini di Liga Champions. Kritikus sepakbola banyak yang memprediksi langkah anak asuh Julian Nagelsmann hanya bertahan sampai penyisihan grup saja.

Para kritikus sepakbola menganggap bahwa RB Leipzig bukan sebuah ancaman yang begitu serius karena Mendengar kata RB Leipzig masih asing terdengar di telinga para kritikus sepakbola. Apalagi melihat skuad dari RB Leipzig yang bukan bertaburan bintang.

Klub yang dibentuk oleh perusahaan minuman berenergi dari Austria yaitu Red Bulls masih sangat belia. Klub ini baru dibentuk pada tahun 2009. Selain umurnya yang begitu muda sebagai klub sepakbola professional, pelatihnya juga masih tergolong sangat muda untuk ditunjuk sebagai pelatih utama. Para pasukan Di Rutten Bullen ini juga diisi oleh anak-anak muda yang berpotensi.

Langkah yang dilakukan oleh klub serba muda ini patut diacungi jempol. Perjalanan RB Leipzig begitu cepat sampai masuk ke Liga Champions. Hanya butuh 11 tahun mereka mewujudkannya. Dari klub kecil kasta ke 5 liga Jerman hingga masuk ke kasta tertinggi liga-liga Eropa. Pencapaian yang benar-benar membuat kita terkagum-kagum.

Dikutip dari situs resmi UEFA Julian Nagelsmann mengungkapkan “Mereka lebih baik dari kami. Mereka begitu fleksibel. Tiket ke final untuk PSG pantas untuk didapat,” Suatu sikap yang bijaksana ditunjukkan oleh pelatih muda ini.

Tidak bisa dipungkiri kekalahan di semifinal Liga Champions melawan tim dengan julukan Les Parisiens tentu saja menimbulkan rasa kecewa terhadap anak asuk Julian Nagelsmann. Para pasukan RB Leipzig melambungkan harapan yang begitu tinggi. Mereka sangat berhasrat untuk masuk ke final dan menjadi juara pada liga paling bergengsi di Eropa.

Akan tetapi kekecewaan mereka pantas digantikan dengan rasa bangga. Mengingat pencapaian yang mereka peroleh di Liga Champions musim 2019-2020. Seluruh tim arahan Julian Nagelsmann ini pantas tersenyum lebar karena sudah mengunci posisi 4 besar di Liga Champions musim 2019-2020. Rasa bangga ini akan menjadi bekal untuk anak asuh pelatih Julian Nagelsmann untuk mencetak rekor gemilang pada musim-musim selanjutnya.