Fans Lecce: Conte Pria Tanpa Martabat!

Rancah.com – Gagal curi poin penuh di markas Lecce, Inter Milan harus puas berbagi angka dan membuat mereka tertinggal 4 poin dengan pemuncak klasemen sementara Serie A, Juventus.

Bermain sebagai tim tamu kala Inter bertandang ke markas Lecce kemarin malam pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat, pada lanjutan Serie A gionarta ke-20. Sambutan tak hangat fans Lecce langsung ditujukan kepada mantan pemain mereka yang kini menjabat kursi kepelatihan Inter Milan–Antonio Conte memang yang dikenal sebagai salah satu legenda Juventus dan menghabiskan masa bermainnya di kota Turin itu sempat memulai karirnya sebagai pemain klub Lecce pada tahun 1985 hingga 1991.

Bermain selama 6 musim membela Lecce, akhirnya dengan performa apik-nya itu membuat klub asal kota Turin, Juventus memboyongnya ke Delle Alpi Stadium markas milik Juventus dulu sebelum berganti nama menjadi Juventus Arenna dan saat ini berganti nama lagi menjadi Allianz Arenna.

Antonio Conte yang memang kelahiran kota Lecce 50 tahun yang lalu itu bermain dengan seragam Juventus sampai tahun 2004 dan memutuskan pensiun disana, dan kembali ke Juventus sebagai pelatih pada bulan mei tahun 2011, lalu menjadi pelatih Chelsea pada tahun 2014 dan sebelum awal musim 2019/2020 bergulir Conte ditunjuk menjadi pelatih klub kota Milan, Internazionale Milano.

Mengawali awal musim yang gemilang kala membesut Inter musim ini bahkan sempat menggeser Juventus pada posisi pertama klasemen, akhirnya pada gionarta ke-20 kemarin, Antonio Conte resmi kembali ke kota kelahirannya Lecce setelah 8 tahun berlalu sejak terakhir bersama Juventus pada tahun 2012 sebagai pelatih.

Bukannya sambutan positif dan hangat yang diterima Conte pada laga kemarin malam yang berakhir imbang 1-1, Conte malah mendapatkan sambutan tak mengenakan dari fans tuan rumah Lecce. Fans Lecce membentangkan spanduk yang bertuliskan “Conte, Uomo Senza Identita, Seila Merda Della Nostra Citta!” yang dalam bahasa Indonesia berarti, “Conte, Pria tanpa Martabat! Kau Adalah Kotoran Dari Kota Kami!” seperti yang dilansir dari halaman web nerazzurriale.id.

Alih-alih bukannya membalas pernyataan dalam spanduk yang dibentangkan fans Lecce sepanjang laga, Conte malah mengomentari anak asuhnya yang bermain buruk selepas pertandingan kemarin malam, pada wartawan InterTV.

Seperti yang dikutip dari nerazzurriale.id, “Kami memiliki peluang untuk menang. Kami berhasil memecah kebuntuan di laga yang mulai semakin sulit, namun seharusnya bisa lebih baik lagi mencegah upaya Lecce saat menyeimbangkan kedudukan. Saya ulangi, ketika kami bermain lambat, kami begitu kesulitan. Kami harus menghindari hal ini.

Kemenangan 4-0 atas Lecce Agustus lalu menjadi gambaran di mana ketika kami memberikan segala yang kami miliki di setiap momen dan fokus akan detail terkecil, kami bisa meraih hasil yang kami harapkan.

Namun hari ini, ini adalah bagian dari proses pertumbuhan. Kami harus mengerti jika laga-laga seperti ini harus dimenangkan. Sama seperti di Florence kemarin. Ini jadi pembelajaran bagi kami.”