Langka! Inilah Deretan Para Pemain Indonesia yang Mampu Bermain Bagus di Berbagai Posisi!

Para Pemain Timnas Indonesia

sepakbola modern saat ini menuntut para pemain untuk lebih mobile dalam menjalankan skema premainan yang diterapkan oleh sang pelatih. Tak hanya mengandalkan mobilitas, kemampuan seorang pemain untuk menjalankan peran tak hanya pada satu posisi, merupakan sebuah tuntutan, yang mau tak mau akan memberikan nilai lebih kepada mereka. Jika dibandingkan dengan pemain yang hanya fanatic pada satu posisi bermain saja, pemain yang mampu menjalankan peran dalam beberapa posisi, tentu mendapatkan peluang lebih besar untuk dibawa bergabung dalam sebuah tim. Di Indonesia pun demikian. Banyak pemain potensial yang mampu bermain baik, meski tak ditempatkan pada posisi aslinya, atau bahkan bermain pada lebih dari satu posisi. Siapa saja mereka?

–         Septian David Maulana

Septian David Maulana

Tak perlu banyak perdebatan, saya harus menyebut nama seorang Septian David Maulana untuk artikel saya kali ini. Tampil dengan determinasi tinggi dan agresifitas khas pemain sayap, Septian yang ditempatkan sebagai gelandang tengah mampu memberikan warna berbeda pada tim yang dibelanya. Semula, Septian memang merupakan pemain sayap di Timnas U-19 era coach Indra Sjafri. Namun, ketika ditangani oleh Luis Milla, Septian David Maulana mampu bermain dengan baik pula pada posisi gelandang serang, atau bahkan trequartista yang seringkali memberikan ledakan agresifitas dibelakang para penyerang yang dipasang.

–       Gavin Kwan Adsit

Gavin Kwan Adsit

Berawal dari penyerang, lalu berpindah ke sayap kanan saat membela klub sebelumnya, Barito Putera, dan akhirnya Luis Milla memplotnya menjadi full back kanan dalam tim yang diasuhnya di Sea Games 2017 lalu. Meski berposisi sebagai bek kanan, namun naluri menyerangnya yang tingi seringkali membuatnya diinstruksikan untuk maju saat Indonesia mendapatkan bola-bola mati. Mungkin Gavin adalah salah satu pemain bertahan yang memiliki naluri menyerang tinggi di persepakbolaan negeri ini, secara, posisi awalnya yang seorang striker. Mungkin Gavin hanya tinggal mengasah kecepatan dan akurasi umpan silangnya untuk bisa menjadi full back kanan terbaik negeri ini di masa yang akan datang. Karena secara skill dan tehnik, dia sudah mumpuni untuk menjadi seorang pemain bola yang handal.

–       Ricky Fajrin Saputra

Ricky Fajrin Saputra

Dari full back kiri ke jantung pertahanan. Memang pergeserannya tidak terlalu jauh. Tapi, dari segi permainan akan sangat berbeda. Jika full back kiri harus pintar-pintar mengatur waktu kapan saat harus menyerang dan kapan saat harus bertahan, maka center back akan fokus dalam menjaga pos pertahanan. Pengambilan keputusan pun tak boleh gegabah. Dengan kata lain, mengemban tugas sebagai center back tentu lebih sulit daripada menjadi wing back. Namun Ricky Fajrin mampu menjalankannya dengan baik dan bisa berpadu dengan sang para central defender murni di timnas Indonesia dan Bali United.

–         Osvaldo Ardiles Haay

Osvaldo Haay

Perubahan posisi Osvaldo Haay adalah satu perubahan drastic yang terjadi dipersepakbolaan Indonesia. jika melihat perjalanan karirnya, Osvaldo kerap dimainkan pada posisi gelandang sayap kiri di Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya dan bisa pula dimainkan sebagai full back kiri (pada awal karirnya). Namun dibawah asuhan Luis Milla pada sea games 2017, Osvaldo disulap menjadi penyerang sayap yang skillnya mampu membuat repot para lawan. Bahkan, perubahan besar terjadi saat sang pemain berada di timnas dibawah asuhan coach Indra Sjafri. Osvaldo yang memang bernaluri petarung, ditempatkan sebagai penyerang tunggal dilini depan skuat garuda di ajang Sea Games 2019 lalu.

–         Evan Dimas Dharmono.

Evan Dimas Darmono

Evan Dimas adalah seorang pemain tengah. dan dia tetap bermain di posisi gelandang tengah. lalu apa yang berubah darinya? Iya posisi Evan memang tidak berubah sama sekali. Namun peran yang dijalankannya berubah. Dia lebih banyak bermain untuk menjaga kedalaman daripada membantu penyerangan. Peran advanced playmaker yang sering dia mainkan berganti menjadi deep lying playmaker. Namun kedua peran itu mampu dia mainkan dengan sama fasihnya. Agak aneh memang melihat seorang Evan Dimas yang biasa terlihat di kotak penalti lawan, berganti tempat fokus pada lapangan permainannya sendiri. Namun itulah Evan, meski berbeda peran dalam bermain, dirinya mampu untuk menjalankannya dengan sangat baik.

Keberadaan para pemain yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi memang menguntungkan bagi tim yang dibelanya. Karena bagaimanapun, mereka akan selalu menjadi opsi alternative, bahkan ketika sang pemain utama di sebuah posisi mengalami masalah untuk bisa diturunkan.