Mengenang Gol Rezaldi Hehanussa di Sea Games 2017, Lengkungan Indah Berujung Perunggu Bagi Indonesia

Rezaldi Hehanussa

Memainkan sepakbola, sama artinya dengan mencari cara untuk mencetak gol. esensi tdan tujuan utama mencetak gol sendiri adalah untuk mencetak skor dan memenangkan pertandingan sepakbola melawan tim yang menjadi musuhnya. Berbagai cara dapat dilakukan oleh sang pemain untuk mencetak gol, selama cara itu masih dalam balutan sportifitas permainan yang telah ditentukan. Dan gol dengan proses yang indah, atau gol dengan proses yang biasa saja pun kerap tercipta dalam pertandingan yang dilakoni. Sebuah gol indah atau gol cantik, biasa dikatakan demikian, jika tercipta melalui cara-cara yang unik, jarang, dan tingkat kesulitan yang tinggi.

Perebutan tempat ketiga pada ajang Sea Games 2017 lalu yang mempertemukan timnas Indonesia melawan Myanmar menjadi salah satu momen ketika penggawa Indonesia mampu menciptakan gol yang indah melalui kaki seorang pemain belakang Rezaldi Hehanussa. Secara proses, tentu tak perlu lagi diperdebatkan lagi terjadinya gol tersebut. Dan yang membuat gol indah Bule semakin bermakna bagi pecinta bola Indonesia adalah, gol tersebut sekaligus menjadi pengunci medali perunggu bagi timnas Indonesia. Bukan medali emas yang menjadi target utama memang yang berhasil mereka raih, namun bertanding setelah menelan kekalahan menyakitkan atas rival bebuyutan Malaysia pada babak semifinal dan mampu bangkit dari keterpurukan, membuat pertandingan ini menjadi berat bagi para penggawa Garuda Muda. Terlebih lagi mereka bahkan sempat tertinggal terlebih dahulu pada menit ke 21 setelah striker Myanmar, Than Paing mampu merobek jala gawang Satria Tama Herdiyanto (aseanfootball.org 21/08/2017)

Baca Juga :   Solskjaer Frustasi Dikalahkan Oleh Burnley

Rezaldi Hehanussa

Jika gol pertama adalah gol pembuka, gol kedua adalah gol pelebar jarak, maka dalam sepakbola gol ketiga adalah gol pengunci dan penutup yang membuat pertandingan seolah telah berakhir. Ini pula yang diungkapkan oleh rcti.tv ketika membahas gol ketiga Bambang Pamungkas pada gelaran Piala AFF 2008 lalu pada laga (yang juga) melawan timnas Myanmar. Dan gol Rezaldi ini pun secara syarat sudaah masuk dalam kategori sebagai gol Indah. Proses, perjuangan, kerja keras, tingkat kesulitan, dan esensi gol itu sendiri sudah ada semua pada gol yang dia ciptakan.

Secara proses, tendangan kaki kirinya yang merobek jala gawang Sann Sat Naing pada menit ke 76 memang spektakuler. Tendangan terukur (dalam gol ini memang Rezaldi sudah memiliki niat untuk melakukan tendangan, bukan hanya “asal”) yang dia lesakkan melengkung dan mampu merobek pojok kanan atas gawang Myanmar. Secara kerja keras, ah, sudah terlihat kan bagaimana perjuangan mereka? Terlebih pada gol ketiga? Sebelum gol terjadi, Rezaldi menambah “keindahan” gol yang dia cetak dengan melakukan kontrol manis bola muntahan hasil tendangan bebas Febri Haryadi. Untuk tingkat kesulitan? Mencetak gol dengan berbalik badan tentu tak mudah bagi siapapun kan? Bahkan bagi pemain kelas dunia sekalipun. Dan yang keempat, tentang esensi gol yang dia ciptakan? Hal ini menjadi lebih bermakna ketika gol yang dia cetak menjadi pengunci kemenangan skuat Garuda untuk membawa pulang medali penghibur selepas gagal melaju ke babak final. Gol yang indah, dan bermakna ketika bisa membawa timnas meraih kemenangan dan membawa pulang medali perunggu. Sebelum gol ini tercetak, permainan Myanmar sendiri saat itu tengah termotivasi untuk mengejar ketetinggalan mereka dari dua gol balasan yang dicetak oleh Evan Dimas dan Septian David Maulana. Namun, dengan lahirnya gol ketiga yang dicetak oleh Rezaldi, permainan Myanmar menurun drastis dan kurang terorganisasi lagi. Emosi mereka tersulut dengan seringnya melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap pemain Indonesia dan puncaknya adalah pada menit ke 95, ketika Nan Wai Min harus dikirim keluar oleh pengadil lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua selepas melakukan pelanggaran terhadap Ezra Walian. Kartu kuning kedua ini bahkan hanya berselang 10 menit dari kartu kuning pertama yang dia dapatkan buah dari protes berlebihan yang dia lancarkan kepada asisten wasit. (courtesy of youtube.com Kuala Lumpur 2017)

Baca Juga :   Arsenal Menang 0-2 Atas Portsmouth Dalam Laga Putaran Ke-5 Piala FA 2019-2020

Rezaldi Hehanussa

Dari berbagai faktor, menilai gol ketiga Indonesia yang dicetak oleh pada perebutan medali perunggu gelaran Sea Games sebagai gol indah tidaklah berlebihan. Skill pemain, proses terjadinya gol, hingga tingkat kesulitan yang dilakukan, semuanya membuat gol tersebut layak untuk dikatakan demikian. Dan satu hal yang lebih bermakna lagi adalah, gol ketiga yang dicetak oleh Bule, memastikan medali perunggu bagi timnas Indonesia yang bertanding dengan tekanan tinggi selepas mengalami kekalahan dari Malaysia. Good job Rezaldi “Bule” Hehanussa!