Stabilnya Juventus Bukti Tata Kelola yang Baik

Rancah.com – Juventus mengunci gelar Serie A ke-36 saat berhadapan dengan samdoria pada Sampdoria di Allianz Stadium, Senin (27/7/2020) dini hari WIB. Nyonya tua (juventus) mengalahkan Samdoria dengan keunggulan 2-0,  gol kemenangan juventus di cetak oleh Cristiano Ronaldo dan Federico Bernardeschi.

Juventus dengan kemenangan ini mengumpulkan 83 poin dan unggul 7 poin dari posisi kedua Intermilan. Dengan menyisakan 2 laga lagi, pon tersebut sudah tidak mungkin dikejar para pesaingnya.

Pencapaian ini membuat lemari teropi Juventus total mengoleksi 36 gelar Serie A atau yang ke 9 musim berturut-turut. Gelar ini menjadikan Juventus sebagai tim yang mengoleksi gelar Serie A terbanyak di Italia.

Kesuksesan Juventus di Italia dengan raihan Scudetto terbanyak  ini diperoleh dengan proses yang tidak mudah, pasalnya pada musim 2006/2007 harus terdegradsi ke Serie B atas dugaan skandal calciopoli.

Bermainnya Juventus ke Serie B membuat Juventus kehilangan para pemain bintangnya, Fabio Cannavaro dan Emerson pindah ke Real Madrid. Lalu, ada Lilian Thuram dan Gianluca Zambrota yang pindah ke Juventus. Adrian Mutu juga pindah ke Fiorentina.

Serie B sepertinya bukan habitat untuk tim sebesar Juventus, pasalnya mereka hanya satu musim di Serie B dan kembali ke kasta teratas liga itali pada musim selanjutnya.  Pada musim perdana setelah kembali ke liga ke Serie A juventus berada di posisi 3 di klasemen Akhir. Lalu apa yang membuat juventus digdaya dalam 9 musim terakhir?

Tata Kelola Yang Tepat

Jalan Juvetus yang kita lihat sekarang tidak dilalui dengan jalan yang mulus, selepas kembali ke Seria A finansial juventus bisa dikatakan belum stabil hal ini dapat dilihat dari kebijakan transfer pemain. Juventus yang tidak memiliki budget yang banyak menyiasatinya dengan cara mendatangkan pemain yang berstatus bebas transfer dan pemain muda potensial misalnya saja Dani Alves, Andrea Pirlo, Paul Pogba, Wojciech Szczesny, Carlos Tevez, dan Arturo Vidal. Dengan mendatangkan pemain bintang yang tergolong harganya murah kedalaman skuat juventus menjadi stabil, hasilnya dari stabilnya skuat tersebut menghasilkan gelar demi gelar. kesuksesan ini berdampak pada keadaan finasial yang jeventus yang lebih baik. Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala menjadi contoh kesuksesan tersebut.

Juventus juga sebagai tim pelopor di Italia yang memiliki Stadion milik sendiri, Jeventus Arena ini memiliki dampak yang luar biasa terhadap pemasukan klub itu sendiri. Dengan stadion yang dimiliki secara penuh oleh klub, uang dari tur stadion, tiket pertandingan, hak nama stadion yang dijual ke sponsor sampai penyelenggaraan konser otomatis membuat keuangan Juventus lebih banyak pemasukannya.