Keragaman Perguruan Tinggi

Dalam tulisan Saya ini akan mencoba menguraikan seputar tentang keberagaman Perguruan Tinggi yang mungkin bisa menjadi referensi bagi siswa-siswi yang akan beranjak duduk di bangku Perguruan Tinggi, atau mungkin ada di antara kita ada yang kuliah di Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi maupun Politeknik, akan tetapi masih belum mengetahui atau lupa dengan perbedaan masing-masing istilah Perguruan Tinggi tersebut.

Perguruan Tingggi memiliki keberagaman istilah atau sebutan, ada yang disebut dengan Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Akademi maupun Politeknik. Sekalipun adanya perbedaan sebutan ini. Namun, ada satu ciri yang tidak boleh di tinggalkan oleh Perguruan Tinggi yakni bahwa Perguruan Tinggi adalah lembaga Akademik (Pendidikan). Sedangkan masyarakat yang berkecimpung didalamnya merupakan masyarakat yang khas yang diistilahkan dengan masyarakat Akademik atau Academic Community yang didalamnya ada Mahasiswa, Dosen maupun perangkat-perangkat lainnya yang ada didalam Perguruan Tinggi.

Berbeda dengan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) ke bawah yang tugas utamanya adalah meluluskan muridnya, akan tetapi bagi Perguruan Tinggi kelulusan mahasiswanya hanya salah satu tugas saja, karena disamping itu Perguruan Tinggi juga harus menjadi wadah untuk memperdalam, merawat maupun menyediakan fasilitas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang nantinya dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Jadi bagi kalian yang akan beranjak maupun yang sedang duduk di bangku Perguruan Tinggi harus memanfaatkan segala macam bentuk fasilitas dari Perguruan Tinggi dengan semaksimal mungkin, tapi jika fasilitas yang diberikan oleh Perguruan Tinggi masih minim ataupun bagi kalian yang belum merasakan fasilitas untuk pengembangan diri, kalian bisa menyuarakan aspirasi kalian untuk meminta segala macam fasilitas yang dibutuhkan, karena itu juga menyangkut hak dari kalian yang membayar Perguruan Tinggi.

Oke kalo begitu, tidak perlu berlama-lama, langsung saja kepada penjelasan masing-masing istilah Perguruan Tinggi.

Kita mulai dari Universitas.

Universitas sebagai Perguruan Tinggi menyelenggarakan program pendidikan keilmuan, dan profesional (keahlian) dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Perguruan Tinggi berbentuk Universitas ini di dalamnya biasanya terdiri dari fakultas-fakultas, dan tiap fakultas memiliki beberapa jurusan. Misalnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri dari jurusan Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, Kesejahteraan Sosial, dan lain sebagainya yang menyangkut dengan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Begitupun dengan Fakultas Tehnik memiliki jurusan-jurusan seperti, Tehnik Mesin, Tehnik sipil dan lain sebagainya yang berkaitan dengan Fakultas Tehnik.

Universitas sebagai Perguruan Tinggi tertua yang semula menyelenggarakan ilmu-ilmu induk saja seperti Filsafat, Ketabiban (medis), falaq (astronomi), matematika dan sastra.  Pada awalnya Universitas tidak membagi-bagi bidang ilmu kedalam fakultas-fakultas apalagi jurusan. Oleh karena itu disebut dengan “Universitas’, yang berarti umum atau menyeluruh. Kemudian untuk saat ini, sebenarnya sudah bukan lagi Universitas akan tetapi Multiversitas. Karena ilmu yang menjadi bidang studinya sudah tersekat-sekat di dalam fakultas dan jurusan bahkan lebih sempit lagi berupa program studi atau yang kita kenal dengan “penjurusan”.

Yang kedua, Institut. Jika Universitas dapat menyelenggarakan program pendidikan keilmuan  secara menyeluruh kemudian dipilah-pilah kedalam beberapa fakultas, maka institut hanya menyelenggarakan untuk satu bidang ilmu pengetahuan, teknologi ataupun seni tertentu. Misalnya, di Universitas memiliki Fakultas Pertanian dan Peternakan, Fakultas Perikanan, maupun Fakultas Kedokteran Hewan. Dalam hal ini Institut biasanya menggabungkan atau menghimpun fakultas-fakultas tersebut menjadi Institut Pertanian. Misalnya Institut Pertanian Bogor,  Institut Teknologi Bandung dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Sekolah Tinggi sebagai Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan keilmuan dan profesional tertentu yang biasanya fokus konsentrasinya terhadap satu disiplin ilmu kedalam satu fakultas dan terbagi menjadi jurusan-jurusan yang berkaitan dengan fakultas tersebut. Misalnya, Sekolah Tinggi Pariwisata, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dan lain sebagainya.

Jika Universitas, Institut dan Sekolah Tinggi menyelenggarakan program pendidikan keilmuan, dan profesional. Maka, Akademi dan Politeknik sebagai Perguruan Tinggi hanya menyelenggarakan program pendidikan profesional atau keahlian tertentu saja. perbedaan antara Akademi dengan Politeknik ialah walaupun Politeknik menyelenggarakan program pendidikan professional saja, namun, didalamnya terdapat beberapa bidang keahlian yang diprogramkan. Misalnya, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Malang dan lain sebagainya. Sedangkan Akademi hanya menyelenggarakan program pendidikan profesional hanya dari satu cabang keahlian tertentu. Misalnya Akademi Gizi Surabaya, Akademi Minyak dan Gas Bumi, Akademi Kepolisian Republik Indonesia dan lain sebagainya.