Berhentilah Memunggungi Manusia

Rancah.com – Sepertinya kita luput dari memperhatikan hal yang justru paling penting dalam kehidupan ini. Yakni manusia itu sendiri. Kita lihat misalnya di dunia pendidikan, bagaimana guru dan murid, kurang diperhatikan sebagaimana harusnya manusia. Padahal aset terbesar yang dimiliki bangsa ini, dan yang harusnya menjadi prioritas utama adalah human capital alias manusia itu sendiri sebagai warga negara, pemegang kepentingan yang paling besar. Rakyat, yang tentunya adalah manusia-manusia.

Sistem pendidikan yang seolah menyamaratakan kemampuan seluruh siswa, membuat sekolah seperti pabrik yang hendak mencetak produk massal dengan cara atau metode yang paling efisien. Seolah manusia disamakan dengan barang-barang produksi. Padahal sudah ada teori “Multiple Intelligence”, yang sejak lama telah berkembang, yang memandang bahwa terdapat banyak jenis kecerdasan yang bisa dikembangkan dari peserta didik, sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Artinya setiap orang terlahir istimewa, tidak bisa disamakan dengan orang lainnya. Maka perlu dikembangkan kurikulum yang berpihak pada kenyataan ini.

Di sisi lain, kita lihat bagaimana kita semua memandang profesi guru. “Pahlawan tanpa tanda jasa,” bukan berarti mesti diremehkan sisi kesejahteraannya. Bagaimana bisa kita lebih mengutamakan kesejahteraan karyawan BUMN dengan gajinya yang jauh di atas UMR, sementara gaji guru pas-pasan saja? Bukankah hal itu akan membuat guru sulit untuk fokus mengemban tanggung jawabnya? Bagaimana tidak fokus, bila untuk kebutuhan sehari-hari saja, ia mesti mencari pekerjaan sambilan? Hal inilah yang penulis istilahkan dengan “memunggungi manusia”. Kita lebih tertarik pada bangunan mewah, jalan-jalan mulus, taman-taman indah, dan berbagai hal fisik lainnya, sementara melupakan hal yang paling utama dari semua itu: Manusia. Ya manusia sebagai subjek yang menikmati semua itu, maupun manusia yang membangun semua itu. Apakah kita sudah memperhatikan penghuni bumi itu sendiri ketimbang mempercantik tampilan luarnya saja?

Ya mungkin semua itu memang perlu berproses. Sebagaimana kita berproses dari tidak tahu menjadi tahu. Dari kurang peka menjadi lebih peka. Bukankah tujuan pendidikan itu adalah untuk memanusiakan manusia? Jika saja kita tidak abai akan hal ini, mudah-mudahan 20 hingga 30 tahun ke depan, bangsa kita akan bisa mulai menjadi bangsa yang diperhitungkan di kancah dunia internasional. Karena dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, itu artinya dengan sendirinya akan meningkatkan daya saing bangsa di hadapan bangsa-bangsa lain. Maka, jangan pernah melupakan hal ini dan berhentilah memunggungi manusia.

– – –

Artikel lainnya dari penulis:

Jaga Keseimbangan, Jangan Tersandera Oleh Teknologi

Nikmati Momen dan Akses Kebahagiaan Sejati

Jangan Batasi Diri, Lakukan Kreasi dan Temukan Hal Baru

– – –

Jangan lupa share tulisan ini ke teman-teman Anda.

Dengan berbagi kita peduli.

(Caranya mudah saja, tinggal klik tanda ikon sosial media yang ingin anda gunakan di samping atau di bawah halaman ini)