Penciptaan Awal Mula Alam Semesta – The Big Bang Theory

Rancah.com – Kalau kamu perhatikan, segala hal yang disekitarmu pasti punya permulaan. Termasuk juga kamu. Gadget yang kamu pakai untuk tonton video ini, atau Bumi yang kita tempati, semua punya permulaan.

Tapi, bagaimana dengan alam semesta, apakah dia juga punya permulaan?

Sejak jaman dulu, faktanya orang selalu berbeda pendapat mengenai permulaan alam semesta. Ada yang berpendapat bahwa alam semesta punya sebuah permulaan tapi banyak juga beranggapan kalau alam semesta itu tidak awalnya dan terus ada sampai seterusnya.

Semua pandangan itu berubah ketika muncul teori relativitas oleh Einstein yang membantu kita memahami cara kerja gravitasi dan edwin Hubble yang menemukan bahwa ternyata, Bintang, Galaksi, dan seluruh objek alam semesta bergerak saling menjauh dan semakin jauh jaraknya, semakin cepat pula gerakannya. Nah coba bayangkan jika kita dapat memutar balikan waktu, pasti semua benda angkasa yang bergerak saling menjauh tadi akan bergerak maju menuju pada suatu titik bukan?

Ibarat sebuah ledakan, alam semesta bermula dari suatu titik, lalu meledak dan mengembang ke segala arah. Teori inilah yang bernama sebagai Big Bang atau ledakan besar.

Oke, pertama-tama walaupun dinamakan ledakan besar, namun Big Bang bukanlah sebuah ledakan. Pada awalnya alam semesta bentuknya sangat kecil dan kondisinya sangat jauh berbeda dari sekarang, tapi ada Bintang atau pun Galaksi, kemudian melalui proses yang sangat panas dan rumit. Dia mengembang terus tanpa henti ke segala arah karena kita tahu bahwa luar angkasa tidak memiliki batas.

Ketika kamu memberi panas pada suatu benda, atom pada benda tersebut akan bergerak sangat cepat hingga yang semula mereka saling berdekatan menjadi saling berjauhan jika kamu berikan panas yang tinggi.

Semua atom pada akan terpecah menjadi lebih kecil yang dinamakan elektorn, proton, dan neutron. Dan jika dipanaskan pada suhu yang jauh lebih tinggi, semuanya akan pecah menjadi lebih kecil menjadi benda yang dinamakan Quark. Dan benda ini merupakan partikel yang sangat dasar bagi semua benda di alam semesta dan tidak bisa dibelah lagi.

Itulah kondisi alam semesta saat itu, sangat panas dan sangat padat, dan hanya berisikan elektron dan benda Quark.

Lalu seiring berjalannya waktu, alam semesta yang sangat padat dan panas itu mengembang semakin besar, alam semesta semakin lama semakin dingin hingga partikel-partikel tadi bisa bersatu menjadi atom pertama di alam semesta yaitu hidrogen, ketika hidrogen berkumpul selama jutaan tahun dan dibantu oleh gaya gravitasi, terbentuklah Bintang dan Galaksi.