Pengungkapan Fakta Sejarah Mengenai Tulisan dan Aksara

Gambar pena jaman dahulu

Foto: Pena jaman dahulu/ sumber: jurnalistika.id     

Rancah.com – Menulis dan membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak dan orang dewasa. Kesukaan terhadap kegiatan membaca harus di bina sejak dini dengan cara mendekatkan anak dengan benda yang bernama buku. Dengan membaca setiap membaca dapat mengembangkan imajinasi dan ilmu seluas-luasnya. Segala informasi yang bermanfaat bisa di dapatkan dengan mudah melalui membaca. Selain itu membaca dapat juga meningkatkan kemampuan menulis. Manusia dapat mengungkapkan pikiran mereka masing-masing dengan menulis. Berbagai informasi yang berguna dapat membantu manusia untuk berkembang dan menjadi generasi penerus yang lebih maju.

Gambar pena dan kertas di jaman pra sejarah/islampos.com

Aksara adalah penyampaian bahasa secara tertulis yang hasilnya di peroleh melalui indra pengelihatan. Komunikasi melalui tulisan ini memerlukan waktu lebih lama daripada dengan ucapan. Penyampaian pesan melalui tulisan ini memerlukan kecermatan karena konteks yang di tulis bisa jadi berbeda saat di baca , karena itu kercermatan dalam membaca memang sangat di butuhkan. Zaman dulu tulisan di anggap sebagai contoh pemakaian bahasa yang baik , para penulis buku dan tata bahasa menggunakan bahasa tulisan sebagai model untuk belajar menggunakan bahasa yang benar. Pemakaian bahasa didasarkan pada norma yang berlaku pada bahasa tulis.

Tulisan sudah di kenal manusia sejak 3000 SM hal ini di buktikan dengan di temukannya tulisan di Mesir dan India. Tulisan yang di temukan itu berupa gambar-gambar tentang sesuatu yang ada di sekitar manusia pada masa itu , seperti garis yang bergelombang menggambarkan air , sungai atau laut. Di Mesir sendiri tulisan yang seperti itu di sebut hierograf yang berarti pahatan suci. Pada zaman dulu manusia menulis dengan menggunakan tuliisan bergambar.

    Sumber gambar: wikipedia.com

 

Bangsa Fenisia dari Suria merupakan bangsa pertama yang menciptakan abjad moderen, yaitu berupa lambang untuk setiap suku kata. Kemudian bangsa Yunani mengadaptasikan abjad ini dan di bawa oleh bangsa Etruria ke Roma dan dikembangkan disana. Di Roma abjad ini berkembang menjadi abjad latin yang kini secara luas digunakan di seluruh penjuru dunia. Abjad latin moderen terdiri dari 26 huruf di mulai dari huruf A dan di akhiri dengan huruf Z dan abjad latin pertama di kenal dengan huruf besar atau sekarang kita menyebutnya huruf cetak pada abad ke-8 barulah muncul huruf kecil.

Gambar wiracerita Romeo dan juliet

  Gambar wiracerita Romeo dan Juliet/Liputan6.com

 

Siapa yang tak kenal dengan wiracerita Romeo dan Juliet cerita ini sangat terkenal di kalangan masyarakat di seluruh dunia, Kisah tentang tragedi ini sampai sekarang masih terus di pentaskan oleh masyarakat dunia bukunya terus di cetak ulang dan bahkan di buat filmnya. Kisah cerita Romeo dan Juliet merupakan buah karya sastra dari Shakespeare ia merupakan seorang penyair , dramawan dan aktor dari Inggris pada abad ke 16. Shakespeare merupakan sastrawan yang terkenal sepanjang Zaman. Berkat karya drama tragedi ini telah membuatnya menjadi dramawan terbesar sepanjang masa.