Sudah Bayar 9 Miliar Ringgit, Kapal Perang Canggih AL Malaysia Tak Kunjung Selesai

KD Maharajalela/Radar Militer

Rancah.com – Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin itu yang pantas untuk menggambarkan kondisi Angkatan Laut Malaysia kali ini bagaimana tidak diberitakan oleh Air Times (3/8/2020) walaupun sudah membayar sebesar 6 Miliar Ringgit namun Galangan kapal Boustead Naval yang mengerjakan 6 unit kapal perang kelas Gowind atau yang lebih dikenal sebagai Littoral Combat Ships (LCS) belum sekalipun menyerahkan hasil pekerjaanya kepada AL Malaysia selaku end user.

Akibat dari keterlambatan ini Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri akan melakukan tindakan tegas terhadap galangan Boustead Naval. Murkanya orang nomor satu di bidang pertahanan ini memang patut dimaklumi karena kapal pesanan kapal perang ini terlambat hingga 31 Bulan! Begitupun dengan progress kapal pertama yaitu KD Maharajalela 2501 hingga saat ini masih mencapai 56,7 % saja.

“Seharusnya 2 buah kapal telah siap untuk diterimakan pada tahun ini namun hingga saat ini belum ada kapal yang diserahkan kepada kami, Selain itu progress proyek ini masih berjalan sangat lambat yaitu hanya 56,7 % “ Ungkap Menhan Datuk Seri Ismail kecewa.

KD Maharajalela/ Defense Studies

Bentuk kekecewaan Menteri Pertahanan Malaysia tersebut akhirnya tertuang dalam surat tuntutan untuk membayar denda atas keterlambatan yang sangat mencengangkan tersebut, selain itu untuk menyelamatkan proyek miliaran dollar ini Kemhan Malaysia menyusun 3 rencana aksi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Rencana pertama, Proyek akan diteruskan oleh Naval Group melalui kontrak baru sementara Galangan Boustead Naval tetap wajib melakukan penyelesaian dua kapal pertama hingga selesai.

Rencana kedua, Boustead Naval hanya mengerjakan pesanan dua unit kapal perang LCS saja

Rencana ketiga, Pemerintah akan memutus kontrak dengan Galangan Boustead Naval dan akan menyelamatkan sisa-sisa proyek ini dengan cara membeli semua asset baik hull (badan kapal) dan blok-blok kapal dari Boustead.

Sebagai informasi pada tahun 2014 lalu AL Malaysia memilih DCNS (Sekarang Euro Naval) untuk membangun 6 unit kapal Frigate Littoral Combat Ships (LCS) senilai 9 Milliar Ringgit mengalahkan pesaingnya yaitu TKMS Jerman dengan desain Meko 200 dan Damen Naval dengan desain SIGMA 10514. Dalam kesepakatan tersebut Malaysia akan mendapatkan hak kekayaan intelektual dan transfer of technology yaitu keseluruhan kapal akan dibangun oleh Galangan Boustead Naval.

KD Maharajalela/Defense Studies

Dibangun berdasarkan desain kapal perang Gowind 2500 kapal perang Littoral Combat Ships ini dibangun berdasarkan kebutuhan angkatan laut Malaysia, salah satu pengembangannya adalah soal bobot jika Gowind 2500 versi dasar mempunyai bobot sekitar 2.700 ton maka Littoral Combat Ships ini mempunyai bobot lebih besar yaitu 3.100 ton.

Penambahan bobot ini untuk mengakomodasi berbagai macam sensor dan senjata yang dibawa oleh kapal perang Littoral Combat Ships ini. Untuk sensor kapal yang berdesain siluman ini mengusung radar utama Smart S, Fire Control radar Rheinmettal TMEO Mk2, Sonar Thales Captas dan perangkat peperangan elektronik (EW) menggunakan Thales Vigile ESM.

Sementara untuk persenjataan Littoral Combat Ships atau Maharajalela Class dipersenjatai dengan Bofors 57 MK3 dengan kubah stealth, dua pucuk kanon MSI DS30M 30 mm, 16 peluncur rudal Mica VLS (Vertical Launch System) dan rudal anti kapal menggunakan 8× Naval Strike Missile SSM. Terakhir untuk peperangan anti kapal selam menggunakan tabung torpedo 324 mm.