Selayang Pandang Tentang BUMI Scholars

Rancah.com – Awalnya biasa saja, saya hanya menganggap itu program yang biasa. Sifat kepo yang biasanya saya miliki saat itu katakanlah tidak terlalu berfungsi dengan baik, heheh. Beberapa pekan kemaren saya memang melihat status yang berbeda dari teman saya, sebut saja namanya Gilang. Dia adalah teman satu kepengurusan komunitas Menulis Ilmiah, yaitu KOMA.ID. Hanya saja kami beda devisi, tapi lumayan dekatlah, soalnya kami dulu juga dipertemukan dalam sebuah kegiatan volunteer event beasiswa di Padang, namun waktu itu kami belum saling mengenal. Di KOMAlah kami dipertemukan kembali dalam satu team.

Gilang adalah orang yang selalu ingin bertumbuh dan berkembang, itu sangat terlihat jelas saat ia membagikan atau mempublikasi kegiatan-kegiatan hariannya lewat akun sosial medianya. Teman saya ini, dia juga mempunyai mimpi yang sama seperti saya, yaitu punya mimpi untuk melanjutkan kuliah S2 dengan beasiswa. Pernah saya tanya-tanya sedikit tentang mimpinya yaitu dia ingin lulus beasiswa Fully Funded baik dalam negeri maupun luar negeri. Yang penting usaha dulu katanya. Tak jarang saya juga termotivasi saat melihat instatory wa nya, kadang dia membagikan info yang bermanfaat dan terkadang dia membagikan kegiatan yang ia lalui dalam sehari, menurut saya kegiatan yang ia lakukan positif dan boleh-boleh saja kita menirunya, iyaa kan teman? 🙂

Beberapa pekan yang lalu saya melihat dia membagikan tentang BUMI Scholars, di statusnya itu ada qoutes yang dituliskannya, tapi saya gak ngeh, gak kepo juga atau nanya-nanya apa itu bumi ?? biasanya dia sering ngeshare tentang event-event yang dibuat oleh KOMA yang biasa saya lihat di story wa nya. Karena waktu itu saya juga lagi sibuk dengan project yang saya buat dan rancang, saya hanya melihat selayang pandang status yang ia bagikan.

Nah, suatu ketika Gilang nelpon saya, tapi karena waktu itu saya lagi di rumah, dan kebetulan saya lagi bantu ibu, aktivitas yang biasa saya lakukan jika di rumah, hihihi. Setelah lihat hp dan ada satu panggilan yang tak terjawab dari Gilang, Saya mencoba menghubungi lewat chat, ternyata nih, dia mau minta tolong sama saya membagikan info tentang beasiswa kepemimpinan fully funded dari BUMI Scholar kepada teman-teman yang sekampus dengan saya lewat DEMA Universitas, dengan tujuan agar lebih banyak lagi orang yang mendapatkan manfaatnya. Karena ini tujuan baik, tentu saya sangat setuju, dikirimkannya lah info tersebut berupa flyer dan broadcast tentang program Bumi Leadership Program (BLP).

Saya jadi penasaran dan mencoba memahaminya, jika ada pertanyaan dari pihak DEMA Univ ketika saya menshare info ini nanti, paling tidak saya bisa membantu menjawab pertanyaan jika ada terlontarkan dari mereka, heheh. Sejak saat itu saya melihat betul-betul dan bahkan saya mengunjungi akun ig BUMI Scholars, saya lihat dengan teli bagaimana BUMI itu, Masyaa Allah ternyata programnya luar biasa dan para speakernya pun luar biasa dengan segudang prestasi yang dimilikinya, yang membuat semangat diri ini semakin bergejolak, jiwa ingin bertumbuh dan berkembangnya seakan-akan terbang ke langit, menyampaikan pesan kepada Tuhan “Terimakasih Tuhan, Engkau selalu mendatang orang-orang baik yang membukakan jalan untukku agar bisa bertumbuh dan berkembang menjadi hebat dan bermanfaat”.

Meskipun Bumi merupakan suatu platform yang baru dibentuk dan BLP adalah salah satu project besar yang dibuat oleh BUMI, saya mulai tertarik dan berniat dalam hati untuk mengikuti seleksinya yang tak beberapa hari lagi. Seperti biasa, jika saya berniat, saya akan melakukannya meskipun dalam kondisi deadliner.

Saya punya mindset bahwa “Lewat program BUMI Scholars, BLP inilah saya bisa semakin bertumbuh dan berkembang untuk menjadi seorang pemimpin yang baik di masa depan, saya akan banyak bertemu dengan orang-orang yang luarbiasa jika saya lolos program ini, saya bisa belajar banyak dari mereka”. Yang membuat saya semakin bertekad mengikuti BLP 2020 ini adalah pada tahun 2020 saya merasakan hal yang luar biasa danpada bulan Mei saya di takdirkan oleh-Nya bertemu dengan seorang yang sevisi meskipun hanya lewat daring, saya bersinergi dengannya membuat sebuah komunitas yang kami beri nama yaitu Komunitas Muslimah Squad atau lebih dikenal dengan MS. Lalu apakah saya berhasil lolos dalam Tahap seleksi BLP ini??? Doakan saja teman :)) dan nantikan kisah berikutnya.