Buku Diri Adil Priyatama (2)

Adil teringat seorang sahabat pernah berkata, ketika Adil bertanya buku apalagi yang sebaiknya ia baca. Sang teman menyarankan untuk membaca diri sendiri. Maka di sinilah ia, Adil Priyatama, memutuskan untuk menulis sebuah buku yang ia nanti-nantikan untuk segera dibacanya: Buku Diri.

Adil segera membuka buku catatan, di dalamnya ia menulis, “Adil pun mulai menulis Buku Diri itu dengan kalimat pembuka ‘Saya menulis Buku Diri ini untuk dibaca oleh Diri Saya Yang Lebih Luhur, bahwa dengan dituliskannya buku ini, hidup saya akan mulai berubah, dengan memanfaatkan setiap momen yang saya miliki dalam versi terbaik yang dapat saya bayangkan.’, setelah itu Adil meletakkan pensilnya dan menarik napas dalam-dalam.”, lalu Adil menutup buku catatannya.

Hanya itu yang dapat ia tulis untuk saat ini. Ia membayangkan momen-momen dalam kehidupannya akan berubah, segera setelah ia selesai menulis buku yang ia idam-idamkan itu, dan membacanya berulang-ulang.

Sumber foto: time.com

Ia memutuskan untuk menyisipkan sebuah puisi pada halaman berikutnya:

AKHIR YANG INDAH

~~~

Sebuah buku yang akan mengubah segalanya

Menggugah pembaca sebagaimana penulisnya

Untuk mengalami setiap momen kehidupan

Dalam versi terbaik yang dapat ia bayangkan

Bukan dia atau mereka yang dapat membuatnya

Adalah saya terdalam yang mungkin mewujudkannya

Maka di sinilah saya terdiam

Untuk menghubungkan diri dengan Diri yang terdalam

~~~

2015

Adil pun kemudian akhirnya memutuskan untuk mulai membuat sebuah sketsa mengenai buku yang akan ditulisnya itu:

“Buku ini berkisah tentang seorang manusia yang belajar dari kehidupan dan menuangkannya dalam sebuah karya tulisan buku, yang mengupas sisi-sisi kehidupan dirinya sendiri. Sebuah buku yang ia sendiri sangat menginginkan untuk membacanya.”