Februari, Mengenang Immanuel Kant Filsuf Jerman

Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman terkenal yang dilahirkan pada tahun 1724 dari keluarga yang religius.

Dia berasal dari keluarga pengrajin yang sederhana. Ketika Kant masih muda, usaha ayahnya bangkrut. Kehidupan mereka harus didukung oleh keluarga besar orang tuanya. Kant penuh dengan kerendahan hati dan sangat disiplin.

Setiap hari yang kant jalani dengan jadwal yang sudah sangat tersistematisasi. Orang bisa menebak dengan mudah pada jam dan waktu ini ia berada di mana dan sedang melakukan kegiatan apa. Kedisiplinan hidup inilah yang memungkinkan Kant menulis begitu banyak karya yang fenomenal.

Kant kemudian menjadi seorang guru besar logika dan metafisika di Universitas Konigsberg. Secara rutin menyajikan kuliah tentang geografi fisik.

Dalam pengantar kuliahnya, Kant selalu menegaskan tempat geografi dalam dunia ilmiah. Dia memberikan landasan falsafi bagi geografi sebagai pengetahuan ilmiah.

Minat Kant dalam geografi fisik tidak dirangsang oleh pengalamannya menghadapi alam di berbagai belahan dunia, tetapi muncul dari penyelidikan filsofis atas pengetahuan empiris.

Bagi Kant, geografi adalah ilmu empiris yang ingin menunjukkan alam sebagai suatu sistem. Geografi, menurutnya merupakan ilmu tentang fenomena fisik dan budaya yang tersusun dalam ruang bumi.

Salah satu di antara pendapat Kant yang terkenal adalah karena keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan, maka kita harus mempercayai keberadaan Tuhan itu melalui pemahaman logis.

Menurut Kant, keberadaan Tuhan merupakan satu di antara tiga postulat moral, selain kebebasan kehendak dan ke-abadi-an jiwa.

Lebih jauh lagi, Kant menyatakan bahwa tidak ada realitas yang benar-benar ada;

segala sesuatu yang ada di alam dunia ini pada hakikatnya hanyalah sebuah bagian dari alam ide.

Kant banyak meninggalkan karya penulisan di berbagai bidang ilmu, seperti filsafat, matematika, dan astronomi, di antaranya berjudul “Critique of Pure Reason”.

Immanuel Kant meninggal dunia di usianya yang ke-80 tahun, Pada 12 Februari tahun 1804.