Mengunjungi Candi Tebing Klebutan di Desa Pejeng Kawan, Kabupaten Gianyar

Rancah.com – Sejarah panjang terbentuknya Negara Indonesia memang tidak dapat terlepas dari kejayaan kerajaan-kerajaan di Indonesia pada masa lampau, salah satunya kerajaan di Bali. Pada zaman dahulu, nuansa kejayaan kerajaan di Bali sangat kental terasa. Kejayaan tersebut masih dapat kita nikmati hingga saat ini, seperti dalam bentuk bangunan megah salah satunya candi yang terdapat di Desa Pejeng Kawan. Candi ini dikenal dengan nama Candi Tebing Klebutan, karena candi ini berada di tebing dan berada di sebelah timur Sungai (Tukad) Klebutan. Masyarakat sekitar menyebut sungai tersebut dengan nama Klebutan, karena di hulu sungai terdapat sumber air suci yang oleh masyarakat disebut yeh klebutan (air yang muncul).

Gambar Candi Tebing Klebutan
Candi Tebing Klebutan berlokasi di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Adapaun jarak dari pusat Kota Denpasar menuju ke Desa Pejeng Kawan sekitar 25,1 km, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Bagi kalian yang ingin berwisata ke Gianyar, sempatkanlah untuk berkunjung ke Candi Tebing Klebutan. Untuk menuju daya tarik wisata ini, wisatawan dapat melewati jalur bagian Timur, melalui Kawasan Subak Nyembulan di Banjar (Dusun) Pande. Dari Subak Nyembulan, wisatawan akan melintasi jalan setapak sepanjang sekitar 350 meter ke arah Barat. Di sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhkan dengan keindahan hamparan persawahan. Setelah sampai di sebuah persimpangan jalan kecil, lalu pengunjung harus belok ke kiri dan turun menyeberangi sungai untuk menuju lokasi Candi Tebing Klebutan.

Gambar Tempat Pertapaan di Sekitar Candi
Wisatawan juga dapat melewati jalur Barat, di mana pengunjung dapat memulai dari Kuburan Adat Banjar (Dusun) Tatiapi di Desa Pejeng Kawan. Dari sana, wisatawan harus berjalan kaki melintasi jalan setapak di pinggir kuburan sejauh sekitar 250 meter. Sesungguhnya dari pinggir tebing arah Barat, wisatawan sudah dapat melihat langsung keberadaan Candi Tebing Klebutan dari kejauhan. Selanjutnya, wisatawan akan melintasi jalan setapak lagi hingga sampai di persimpangan jalan kecil kemudian belok kanan, lalu menyeberangi sungai. Setelah itu, berjalan kaki beberapa meter ke arah Timur dan sampai pada lokasi candi. Suasana di areal Candi Tebing Klebutan sangat tenang dan udaranya sangat segar. Semua ini karena pepohonan, hamparan sawah, dan sungai yang ada di sekitar candi.

Gambar Tempat Pertapaan di Sekitar Candi
Selain candi, di sekitar areal tersebut juga terdapat beberapa tempat pertapaan tua yang berdindingkan tebing. Suasana sakral dan magis sangat terasa di areal tempat pertapaan tersebut. Perlu diketahui, candi ini ditemukan pada Tahun 1905 oleh Stutterheim. Namun beberapa tahun setelah ditemukan, relief candi ini kembali tertutup oleh semak-semak yang tumbuh disekitarnya dan baru pada Tahun 1951 ditemukan kembali oleh Krijgsman yang bertugas di Bali sebagai karyawan Dinas Purbakala. Candi Tebing Klebutan memiliki tinggi sekitar 3,5 meter dan lebar 1,75 meter.

Gambar Tempat Pertapaan di Sekitar Candi
Wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata ini, tidak perlu mengeluarkan biaya masuk untuk melihat kemegahan candi. Tidak ada jam operasional pasti dari daya tarik wisata ini. Biasanya wisatawan dapat. langsung berkunjung dari pagi hingga sore hari. Sayangnya, daya tarik wisata ini belum memiliki pemandu ataupun penjaga yang mengawasi ataupun menuntun langsung wisatawan yang berkunjung ke sana. Tempat wisata ini sangat tepat bagi kalian yang ingin merasakan kejayaan kerajaan pada zaman lampau melalui mahakarya Candi Tebing Klebutan. Hal yang perlu diingat ketika berkunjung ke candi ini, wisatawan harus selalu menjaga kebersihan areal candi dan tidak merusak daya tarik wisata ini.