Bercengkrama Dengan Kera-Kera Di Wisata Hutan Lindung Kramat Solear

Rancah.com – Tanah Kramat Solear terdiri dari hutan lindung yang mencapai luas kurang lebih 50 hektar.  Yang merupakan tanah wakap yang didalamnya terdapat beberapa makam leluhur misalnya Syeh  Mas`ad sebagai penyebar agama Islam di wilayah ini.

Hampir sebahagian besar wilayah Tangerang adalah daerah Industri namun wilayah kecamatan Solear ini masih terjaga keasriannya. Sehingga pemandangan alamnya sangat indah dan sejuk udaranya.

                                                                                                                                  Tak urung  kramat ini banyak dikunjungi wisatawan lokal yang ingin berziarah berwisata rohani ketempat ini. Selain udaranya yang sejuk dengan pohon-pohonan yang tinggi yang sudah berumur ratusan tahun dengan dibelah sungai Cidurian menjadikan makam kramat dihutan ini sangat asri. Ditambah lagi bisa kita menyaksikan berkeliaran ratusan bahkan konon katanya ada ribuan kera yang menghuni hutan ini.

Baca Juga :   Bekas Pabrik Gula Disulap Jadi Lokasi Wisata

Para kera di Kramat Solear  berjenis kera putih buntut panjang. Mereka hidup berkelompok. Setiap kelompok mempunyai satu pemimpin. Kera jenis ini sangat cepat berkembang biak. Sehingga para petani di wilayah ini kewalahan dalam menghadapi kelompok kera-kera yang menggeruduk tanaman kebun mereka.

Mereka para petani hanya pasrah jika tanamannya di rusak kera mereka tidak berani menyakiti kelompok kera tersebut. Sebab dianggap kera yang dari kramat solear itu dipercaya jika disakiti apalagi dibunuh bisa berbalik yang menyakitinya atau yang membunuhnya kedapatan musibah. Sehingga masyarakat sini membiarkan saja hanya mengusirnya saja secara halus jika kedapatan merusak tanaman kebun, atau diberinya makan jika kera itu datang menghampiri rumah warga sekitar.

Baca Juga :   Alasan Jepang Dipanggil Surga Dunia

Jika sudah memasuki hutan kramat kera-kera akan menghampiri bisa puluhan bahkan ratusan ekor. Mereka kera-kera yang menghampiri berharap diberikan makanan. Jangan berlama-lama makanan ada ditangan sebab dari sisi mana kera lapar akan merampasnya. Berapa banyak makanan yang di bawa pengunjung tidak akan pernah sisa. Mungkin di kramat ini sudah overload jumlah kera, sementara pohon – pohon yang berbuah sebagai makanan asli hutan sudah tidak ada.

Pernah pemda setempat berinisiatip menanam bibit pohon yang berbuah namun meski bibit pohon tanaman yang dipagar bambu malah di cabutin dimakan akarnya oleh kera-kera kelaparan tersebut.

Nah tapi jangan takut kera-kera ini baik ko, kasih aja makanan satu persatu pisang terutama mereka akan baik baik aja dan terus mendekati kita selama makanan masih ada di kita. Sehingga senang sekali berwisata di kramat solear ini selain berziarah ke makam leluhur juga bisa bercengkrama dengan si kera-kera penghuni hutan Kramat Solear ini. Demikian.

Baca Juga :   Misteri Diujung Pantai Tanjung Berikat Pulau Bangka