‘Kampung Sampireun’ Bukan destinasi Wisata Biasa di Garut

Keseruan di danau Kampung Ssampireun

Liburan ke kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Malang, hingga Yogyakarta mungkin sudah biasa. Namun, jika kalian senang hal-hal yang tidak biasa, kamu bisa memilih Kampung Sampireun sebagai destinasi liburan kalian selanjutnya.

Kampung Sampireun berlokasi di Desa Ciparay. Terletak di Jl. Raya Samarang- Kamojang KM 4, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Akses dari jalan protkol Bandung-Garut (melalui Nagrek) ke dalam plus minus 11 km.

Kampung Sampireun merupakan sebuah destinasi wisata dengan tampilan menonjol budaya Sunda asli dan menawarkan beragam unit bungalow mewah yang terletak 1000 meter di atas permukaan laut dan didukung potensi alam dengan pemandangan pegunungan dan udara sejuk.  Luas area kurang lebih 5,5 hektar termasuk luas Situ Sampireun di dalamnya, dengan tujuh mata air yang jernih dan menjadi daya tarik wisata unggulan kawasan ini.

Kampung Sampireun sendiri cocok untuk Meeting, Outing, Honeymoon. Istimewa karena didukung oleh lokasi Resort yang dikelilingi pegunungan, taman bunga hingga memberikan nuansa kampung yang kental, asri, dan eksotis.

Pokoknya bikin betah deh suasana kampung Sampireun. Dan rugi kalau hanya datang dan punya waktu satu dua jam. Paling tidak alokasikan waktu 2 atau tiga hari untuk menginap di sana gaes kalian baru bisa bilang “puas”

Kita bisa menikmati keindahan danau yang di atasnya dibangun beberapa unit bungalow menambah suasana menjadi semakin syahdu dan damai. Bungalow sebanyak 46 meliputi: 7 unit tipe Kalapalua Suite, 3 unit tipe Kurtaji Suite, 10 Unit tipe Waluran Suite, 1 unit tipe Manglayang suite dan 20 unit tipe Deluxe Garden.

Bungalow disetting  dengan ciri khas Rumah Panggung Tatar Sunda Parahyangan yang dilengkapi dengan perahu untuk setiap bungalownya sehingga wisatawan yang menginap dapat menikmati suasana Situ Sampireun.

Bungalow di sana disetting dekorasi dari bahan-bahan lokal. Yaitu bambu dan kayu pohon kelapa.

Kamarnya dilengkapi fasilitas TV dan ruang tempat bersantai. Kamar mandi dikemas semi-outdoor yang unik.

Jangan khawatir gaes.. jika kalian males keluar dan beranjak dari bungalow. Sementara kalian merasa lapar, atau kepingin souvenir untuk oleh oleh. Setiap pagi, akan ada kano membawa berbagai kerajinan dan makanan lokal berlayar melewati bungalow yang kalian tepati.

Sarapan pagi di Kampung Sampireun lumayan variatif, selain nasi uduk dan lauk pauknya, masih ada bubur ayam, susu dan sereal, aneka kue jajan pasar, susis dan omelet, juga kopi/teh/susu.

Pintu Masuk Kampung Sampireun. Foto: Jazir HamidBukan itu saja, destinasi ini dilengkapi dengan fasilitas berbagai perawatan pijat santai dan sekedar relaksasi selama liburan di kampung Sampireun disela sela perjalanan wisata harian ke beberapa  obyek – destinasi wisata.

Alunan merdu Seruling Bambu menambah kesyahduan dalam Restaurant yang menyajikan hidangan selera internasional, masakan favorit yang diterima oleh semua lidah.

Kampung Sampireun rekomended bagi pengantin baru untuk berbulan madu. Sebuah resort dalam satu kawasan destinasi wisata sunda yang tenang dan nyaman.

Di malam hari, musik Sunda yang menenangkan dimainkan di seberang danau. Untuk mengakhiri hari, Anda dapat menikmati ketenangan air dan pemandangan malam hari yang terhampar dari balkon pribadi.

Setiap kamar Kalapalua Suite Lake dilengkapi dengan balkon menghadap danau, dan tentu saja balkon ini langsung menjadi tempat favorite kita sekeluarga buat nongkrong.

Udara segar khas pedesaan pada umumnya, namun terasa berbeda, apa lagi diiringi suara gemericik air, gemerisik gesekan dedaunan, kicau burung, langka dan teramat istimewa untuk menghabiskan weekend dengan cara yang berbeda.

Setiap kamar tepi danau ini memiliki perahu sendiri, dengan dermaga kecil tempat menambatkan perahu. Salah satu keseruan yang benar benar seru ketika menginap di Kampung Sampireun yaitu mendayung perahu berkeliling  Danau Sampireun.

Ujung Danau Kampung Sampireun. Foto: Jazir HamidKapan kalian mau ke sana gaes. Jangan lupa bawa bekal yang banyak biar tidak menyesal.

* * *

Jazir Hamid; Pelaku Wisata