Kenapa Kita Malas ?

rancah.com – Beberapa diantara kita mungkin ‘hobi’ rebahan dan belakangan ini sejak lebih banyak dirumah karena Work From Home, kita lebih sering menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang penting. Misalnya seperti main game mobile nggak terasa habis satu hingga dua jam bahkan lebih, scroll beranda IG nggak terasa sampai satu jam-an. Tapi saya yakin kita semua sadar dan mengerti kalau orang mau sukses itu jangan jadi pemalas. Nggak ada yang namanya malas jadi sukses, buang-buang waktu dengan santai rebahan saja. Dan juga saya yakin ‘penyakit’ kemalasan ini juga setiap orang pernah mengalaminya, kembali orang itu mau memaksakan diri untuk tetap produktif atau tetap tidak ada aksi sehingga jadi mager (malas gerak) semakin menjadi.

Bahkan saya pun juga sering terkena ‘penyakit’ umum ini yang menyebabkan saya jadi tidak produktif, bawaannya malas terus seharian. Kuliah malas, ngerjain tugas malas, ujung-ujungnya prokrastinasi (menunda-nunda pekerjaan). Apalagi kalau weekend, seharian pegang smartphone nonton YouTube, scroll beranda Instagram, atau sekedar dengar musik dan tanpa sadar sudah makan waktu satu sampai dua jam cuma begitu saja. Terkadang, kita juga baru ingat kerjakan tugas kalau sudah mendekati deadline. Tugas selesai syukur, nggak selesai ya derita loe.

Kalau kita sudah selesai bekerja penuh di kantor dari pagi sampai sore atau merasa penat di kampus seharian dengan segudang aktivitas organisasi dan belajar di kelas dari pagi sampai sore, ketika pulang kita boleh kok do nothing sejenak untuk menghilangkan penat biar nggak stres, misalnya nonton YouTube kesukaan kalian sambil rebahan, dengar musik favorit sambil rebahan, atau rebahan saja juga boleh kok, asal jangan keterusan rebahannya ya. Orang malas itu yang seharusnya kerja memilih untuk tidak kerja, yang anak kuliahan yang seharusnya belajar atau kerjakan tugas malah memilih santai nggak melakukan kewajibannya.

Mungkin beberapa orang cepat sadar untuk kembali produktif lagi setelah refreshing dari kegiatan liburan, melakukan me-time atau sekedar rebahan biar nggak keterusan malas. Namun, nggak sedikit orang susah keluar dari kebiasaan malas ini. Rasanya kok susah sekali jadi orang yang nggak dikit-dikit mager. Setelah saya membaca berbagai artikel-artikel dan juga menonton video di YouTube yang membahas masalah kemalasan, saya menyimpulkan setidaknya ada tiga yang menyebabkan kenapa kita jadi malas. Gimana sih biar kita keluar dari kebiasaan malas ini? Berikut beberapa alasan yang umum menjadikan kita jadi punya kebiasaan malas.

  1. Karena Tidak Punya Purpose

Ya, hidup itu harus ada tujuannya, gimana mau tekun kalau Anda saja tidak punya tujuan hidup. Apa yang Anda ingin capai, apa cita-cita Anda, apa mau Anda kedepannya saja mungkin Anda belum tahu. Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri “Saya ini hidup tujuannya untuk apa?”, “Apa sih rencana Tuhan itu menciptakan saya di dunia ini itu saya harus ngapain?”, “Saya ini hidup itu maunya apa?”. Orang akan malas kalau tidak punya tujuan akhir yang jelas atau sekedar cuma punya tujuan sementara. Analoginya seperti saya kalau nggak punya tujuan pergi ke mall, ya ngapain ke mall mending di rumah saja begitu kan.  Kecuali kalau saya memang bertujuan untuk membeli pakaian atau mencari pajangan untuk di rumah misalnya baru saya pergi ke mall.

Gimana cara menentukan tujuan hidup kita? Cara pertama: coba tanya ke diri Anda sendiri di kamar sebelum tidur sambil memejamkan mata Anda. Anda tanyakan ke diri Anda seperti “sebenarnya saya ini pengen jadi apa sih?”, “apa yang dari dulu saya sukai?”, “waktu kecil dulu aktivitas kesukaan saya apa aja sih?”, “profesi apa yang dari dulu saya idam-idamkan?”. Coba lakukan itu, ketika sedang menyendiri sambil Anda mengingat-ingat minat kalian sejak dulu dan aktivitas apa yang dari dulu Anda sukai.

Cara kedua: Keluar dari zona nyaman Anda dengan belajar hal baru, perbanyak aktivitas baru yang mungkin kalian belum pernah coba sebelumnya. Misalnya Anda sebelumnya belum pernah belajar fotografi dan editing foto atau video. Anda bisa mengikuti kelas pelatihan fotografi dan editing atau bagi mahasiswa bisa bergabung komunitas fotografi di kampus kalian. Namun, setidaknya Anda harus punya kamera dan laptop untuk meng-edit foto atau video supaya kalian bisa langsung belajar dan mempraktikan sendiri. Dengan mencoba hal baru, bisa saja timbul suatu rasa kesukaan Anda pada hobi baru sehingga menjadi menekuni hobi baru Anda. Bangga dengan diri Anda, ya. Upgrade diri Anda, ya. Bertambah teman, ya. Mendapat purpose, ya bisa.

2. Terdistraksi Dengan Gadget

Gangguan dari luar bisa mengganggu konsentrasi Anda saat bekerja, mengalihkan fokus Anda untuk mengurusi gangguan tersebut. Terkadang walaupun Anda sudah niat untuk menyelesaikan suatu tugas, namun karena ada notifikasi dari Instagram, Facebook, YouTube, Email, WhatsApp bahkan panggilan telepon secara tiba-tiba dari smartphone Anda membuat perhatian Anda teralihkan. Kalau Anda kurang mengandalikan diri dengan baik, setiap ada notifikasi dari smartphone Anda semisal ada notifikasi video dari YouTube, Anda langsung klik untuk menonton videonya. Alhasil, malah memilih nonton video favorit ketimbang kerja ujung-ujungnya keterusan nonton. Karena sering terdistraksi dengan hal lain, ini berpengaruh ke mood yang tadinya niat kerja ujungnya bikin nggak mood terus jadi malas-malasan.

3. Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Anda mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya prokrastinasi atau menunda-nunda. Banyak orang suka menunda-nunda pekerjaan. Menunda-nunda ini masih ada hubungannya sama mager alias malas. “Malas ah, besok-besok aja deh” begitu pikir orang yang hobi menunda ini. Namun, yang tidak dipikirkan adalah bagaimana kedepannya, yang dimana tugasnya semakin menumpuk. Jadi, sebisa mungkin jika bisa diselesaikan hari ini, ya selesaikan hari ini dan hindari keseringan kebiasaan menunda pekerjaan karena yang rugi nantinya Anda sendiri. Kalau tidak bisa selesai hari ini, setidaknya Anda sudah mencicil pekerjaan Anda sehingga tidak memberatkan Anda nantinya.

Tugas menumpuk, akhirnya bikin malas, banyak tugas yang tidak selesai, malah mungkin tidak mengerjakan sama sekali, bisa menghambat progres kelompok atau bisa kena teguran atasan dan sesama rekan kerja. Kemalasan bukanlah sebuah karakter, tapi kemalasan itu adalah kebiasaan sering menunda-nunda. Jika kita sudah terbiasa mengerjakan suatu hal secara langsung atau tidak menundanya niscaya kita terhindar dari rasa malas.