99,9% Lolos Tes wawancara kerja

A. Tabu dilakukan selama proses wawancar kerja

1. Berpakaian Tidak Rapi

Banyak orang menggagap remeh cara berpakaian. padahal kesan pertama menjadi poin penting untuk menentukan performa kita dimata pewawancara. beberapa pelamar datang dengan wajah kucel dan tidak menarik sehingga membuat pewawancara mengurungkan niat untuk bertanya lebih lanjut tentang dirinya.

Berpakaian rapi tidak harus mahal. kemeja yang disetrika rapi dipadu dengan jas dan sepatu yang disemir sudah cukup menarikuntuk dipandang. Jadi, tidak perlu memikirkan seperti apa pakaian yang cocok untuk wawancara. cukup kenakan pakaian yang mengesankan pemakaianya adalah pribadimprofesional, yaitu pakaian yang baik dan rapi.
Tipsnya yaitu:

  •  Pergilah ketoilet sesampainya dikantor tempat wawancara kerja. Rapikan pakaian. mungkin saja, kemeja terlihat berantakan karena sebelumnya berdesakan diangkutan umum atau mengendarai sepeda motor. Tutupilah dengan blazer atau jas hitam.
  • cuci muka sebelum menuju keruang wawancara. Hal ini akan membuat kita terlihat lebih segar. Usahakan bawa handuk kecil buat mengelap muka yang baru saja dicuci.
  • jangn lupa menggunakan deodoran dan parfum. bisa jadi, keringat membuat pakaian dan badan kita mengeluarkan bau kurang sedap.
  •  Rapikan juga rambut dan bulu hidung. beberapa pewawancara perempuan biasanya suka tidak respect kepada pelmar kerja yang kurang menjaga penampilan, terutama pada wajah.

Over-Confidence yang tidak semestinya

Sebagian peawancara menilai baik over-confidence alias terlalu pede. Hnya saja, sebisa mungkin itu dikendalikan dengan baik. over pede dapat terlihat dengan seringnya menyebutkan kata ”saya, saya, dan saya”. Tanpa memasukan subjek lain dalam sesi tanya jawab. bila tidak hati-hati, hal ini akan membuat pewawancara kurang respect pada pelamar kerja tidak bisa menunjukan bukti yang nyata bahwa dirinyalah yang mengerjakan semua proyek.

Over pede yang baik bila dikemukakan dengan elegan disertai dengan bukti-bukti peningkatan kinerja. Tentunya yang demikian akan membuat nilai tambah diri menjadi lebih baik dimata pewawancara.HIndari mengungkapkan kata ”karena saya” terlalu banyak. sebab, ini hanya akan membuat diri kita dinilai memiliki ego yang tinggi.

Kita bisa menceritakan dengan baik bagaimana proses kerja sama yang kita lakukan dengan tim dalam pencapaian target. Bila dikemas dengan baik, pewawancara akan lebih respek pada kita.

Tipsnya yaitu:

1. over pede dan sombong adalah dual halyang berbeda. kita boleh saja over pede, tapi jangan sekali-kali sombong karena akan membuat nilai kita menjadi berkurang.
2. ketika menjelaskan prestasi yang kita raih, cobalah untuk tidak menonjolkan diri.
3. jangan terlalu yakin bahwa diri kita kandidat terkuat.
4. sesuaikan apa yang kita bicarakan dengan pembuktian.

Berhenti dahulu sebelum mendapatkan pekerjaan baru
Banyak pelamar keraja yang berhenti kerja cukup lama (sekian bulan). pada saat kembali melamar kerja, nilai kualitas dirinya menjadi rendah di mata pewawancara. inilah beberapa alasan yang membuat pelmar dinilai rendah.
1.  pewawancara melihat pelamar kerja tidak memiliki pilihan yang banyak dalam menentukan pekerjaaan,
2. pewawancara melihat pelamar kerja tidak menyiapkan diri dengan baik karena selama masa kosong ( menjadi pengganguran), ia tidak bisa dengan cepat mendapat pekerjaan

3. bila jeda masa kosong terlalu lama, peawancara akan mempertanyakn kualitas kerja pada masa lalu dan membuat dugaan bahwa pelamar kerja tidak memiliki kualitas yang baik ditempat kerja.

4. Terlalu Memilih
Ada kesalahan fatal ang sering dilakukan para pelamar saat melamar kerja. kesalahan ini terutama dilakukan para fresh graduate yang baru saja menyelesaikan kuliah, yaitu terlalu banyak memilih, salah satunya lokasi tempat kerja.

5. Menggulung kartu nama pewawancara

Dalam wawancara, beberapa pewawancara kadang-kadang membagikan kartu nama. Hal ini tentu saja menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk membangu relasi denagn mereka. Hanya saja, ada beberapa orang yang ternyata menjadi buruk  penilaianya dimata peawancara.beberapa orang tidak menghormati pewawancara dengan menggulung-gulung kartu nama persis didepan mereka atau bahkan ada yang melipat-lipatnya hingga menjadikecil, lalu dimasukan ke kantong celananya.

6. Terlalu Emosional

Emosional tidak dikaitkan dengan kemarahan saja , namun terkadang dalam beberapa wawancara ada beberap pelamar kerja yang terlihat menggebu-gebu dalam menjawab pertanyaan. Semangat dengan antusias yang cukup tinggi memang menunjang siapa saja untuk terlihat menonjol. Namun terkadang banyak orang yang kemudian terjebak dan larut dalam “semangat berlebih” sehingga pertanyaan yang diberikan pewawancara kerap kali salah dijawab atau bahkan blank.

7. Duduk Membungkuk

Banyak yang tidak menyangka bahawa sikap duduk mempengaruhi proses penerimaan wawancara kerja. sikap duduk yang tidak tenang, selain memperlihatkan ketegangan, juga membuat pewawancara menilai kita tidak bisa mengendalikan situasi dengan baik.

Lantas, sikap duduk seperti apa yang harus kita miliki saat proses wawancara? Dan apa yang harus kita hindari ketika duduk?
1. Sikap duduk tegak dantidak membungkuk
2. Jangan menggoyangkan kursi kantor
3. Jangan mengangkat kaki. Meski kaki tidak terlihat.

8. Merokok

Merokok, selain memang berdampak tidak baik bagi orang lain, juga berdampak tidak baik dalam proses wawancara. banyak sekali  pelamar kerja yang gagal karena masalah rokok, meski mereka tidak merokok diruang wawancara. Lantas mengapa bisa terjadi?

Beberap pewawancara sangat tidak nyaman dengan bau asap rokok yang menempel dipakain kita.terlebih bila yang mewawancarai kita adalah perempuan yang sensitif bau rokok.