Cerpen: Hari Ulang Tahun

Foto : seruni.id

(Cerita ini hanya fiktif belaka)

Hari ini tanggal 24 Agustus 2020 adalah hari yang paling dinantikan oleh Zaskia. Pasalnya, ditanggal 24 Agustus ini adalah hari ulang tahun dirinya yang ke 17. Jadi, pastinya dia menginginkan mendapat kado terindah dari orang terdekatnya.

Zaskia pun langsung keluar kamar dan tentunya berharap untuk diucapkan dan diberikan kado seperti ditahun sebelumnya. Namun, entah mengapa untuk ulang tahunnya kali ini Ibu, Ayah, serta kakaknya terlihat tidak peduli. Mereka semua sibuk dengan aktivitasnya. Ibu yang sibuk membersihkan rumah, Ayah yang sibuk membersihkan halaman, dan kakak yang sibuk dengan HPnya

“Kok semua pada cuek ya? Apa mereka lupa kalau hari ini ulang tahun aku?”. Kata Zaskia di dalam hati.

Hingga akhirnya Zaskia memutuskan untuk kembali lagi ke kamar, karena kecewa dengan orang terdekatnya. Namun, ketika di kamar dia merasa bosan karena hanya bermain HP saja membalas chat teman – temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada dirinya.

“Aduh, bosan di kamar terus. Pergi kemana ya enaknya? Hmm… Kok rasanya pengen beli batagor sama thai tea ya.. Ah udahlah pergi ajalah, Ibu, Ayah, sama kakak juga pada cuek semua”. Ujar Zaskia.

Akhirnya Zaskia pergi membeli batagor dan thai tea menggunakan motornya dan sambilan jalan – jalan tanpa memberi tahu terlebih dahulu kepada orang tuanya. Namun, di tengah perjalanan dia lupa memakai helm. Padahal, jarak rumahnya untuk membeli makanan dan minuman kesukaanya tersebut lumayan jauh. Sebenarnya ada saja yang berjualan batagor dan thai tea di dekat rumahnya. Namun, dia menginginkan yang di tempat jauh saja karena merasa bosan juga di rumah.

Setelah 25 menit Zaskia diperjalanan, akhirnya sampailah dia di tempat membeli batagor. Cukup lama dia menunggu, karena banyak sekali orang yang membelinya. Setelah 20 menit barulah dia mendapatkan batagor yang dia inginkan.

“Alhamdulillah, akhirnya dapat juga. Setelah sekian lama menunggu. Baiklah, beli thai tea lagi.” Ujar Zaskia.

Thai tea tersebut tidak jauh dari batagor, serta kebetulan lagi sepi membuat Zaskia menjadi bahagia karena tidak perlu menunggu lagi. Setelah selesai membeli thai tea, dia pun berkeliling – keliling sebentar dan baru pulang.

Ketika memasuki lorong rumahnya. Tiba – tiba ada motor yang melaju dan hendak membelok. Zaskia yang mau masuk ke lorongnya tidak bisa mengontrol motornya lagi, karena motor yang ada di depannya melaju begitu saja hingga akhirnya Zaskia. Tangan dan kakinya terluka cukup parah. Serta, dahinya terdapat luka juga namun tidak begitu parah. Sedangkan orang yang melaju tersebut hanya luka sedikit saja dibagian tangan dan kakinya.

Melihat hal tersebut, warga yang ada di sekitar membantu Zaskia. Sedangkan orang yang menabrak Zaskia langsung kabur begitu saja. Salah satu warga pun langsung cepat memberi tahu kepada Ibunya Zaskia.

“Buk Siti, anak ibuk kecelakaan buk. Cepat, cepat.. Buk”. Kata salah satu warga panik.

Mendengar hal tersebut seisi rumah terkejut. Pasalnya, Ayah, Ibu, dan kakaknya Zaskia sedang mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk dirinya. Semua langsung pergi ke depan lorong dan juga langsung membawa Zaskia ke rumah sakit.

Zaskia pun terbaring lemah di rumah sakit. Ayah, Ibu, dan kakaknya menjadi sedih dan merasa bersalah dengan Zaskia. Akhirnya Ayah, Ibu, dan kakaknya mencoba untuk membahagiakan Zaskia dengan membawa kue ulang tahun dan kado yang telah lama diinginkannya yaitu buku “Garis Waktu” karya Fiersa Besari.

Zaskia terkejut dengan kejutan dari keluarganya tersebut. Dia tidak menyangka akan diberi kejutan lagi. Dia pun bahagia, walaupun tidak sepenuhnya. Mengingat dia masih kesakitan akibat kecelakaan tadi.

“Ini adalah ulang tahun yang sangat menyedihkan bagiku. Namun, di sisi lain aku juga bahagia karena masih memiliki keluarga yang sangat peduli denganku. Kejadian hari ini menjadi pelajaran bagiku untuk selalu berhati – hati lagi dalam melakukan sesuatu hal. Terima kasih Ayah, Ibu, dan kakak. Maaf dengan perilaku aku selama 17 tahun ini”. Ujar Zaskia di dalam hati.