Orang Tua Sampai Jual Kambing, Sewa Mobil, Semangat Hadiri Wisuda Anak, Eh! Ternyata Sudah DO (DropOut)

Rancah.com – Wisuda adalah hari yang sangat membahagiakan dan merupakan sebuah puncak kesuksesan dalam proses pendidikan di Universitas maupun sejenisnya, senyum sumringah orang tua biasanya akan terpancar dihari-hari seperti ini.

Namun, bagaimana jadinya jika ternyata di hari wisuda itu, orang tua baru tau anaknya ternyata sudah di DO selama 2 tahun lamanya ?

Sebuah kebodohan, kenakalan dan tindakan yang sangat tidak terpuji dari seorang mahasiswa seperti diceritakan oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa.

Sutrisna Wibawa menceritakan pengalamannya saat menghadiri wisuda di salah satu universitas. Kala itu, Sutrisna yang masih menjabat sebagai Sesditjen Belmawa Kemristek Dikti menceritakan ada mahasiswa yang tega menipu orang tua dan mengaku hendak wisuda, padahal sudah di-drop out atau DO.

“Dulu, saat menjadi Sesditjen Belmawa Kemristek Dikti saya pernah memenuhi undangan wisuda sebuah universitas. Saat acara akan dimulai, ada sepasang orang tua yang kebingungan di luar gedung, Ketika dikonfirmasi katanya mereka mencari anaknya yang akan diwisuda hari tersebut. Beberapa hari sebelumnya si anak menelpon katanya hari itu akan diwisuda,” kata Sutrisna saat dihubungi wartawan, Kamis (27/8/2020).

Sebagai hari paling berbahagia di ujung perjuangan menyekolahkan anaknya, si Orang tua itu bahkan sampai menjual kambing, menyewa mobil demi hanya untuk bisa menghadiri wisuda anaknya itu. Namun, kenyataan menjadi sirna, gelap dan hancur hati orang itu.

“Mereka sengaja datang dari kampung sampai menjual kambing untuk menyewa mobil demi menghadiri wisuda sang anak, Tapi kepada kedua orang tuanya mengaku masih kuliah, setiap semester masih minta uang untuk SPP dan per bulannya meminta uang bekal. Astagfirullah,” ucapnya geram.

Hal itu, kata Sutrisna, bisa menjadi pembelajaran untuk semua agar menjaga amanah orang tua. Sutrisna pun berpesan agar mahasiswa tidak membebani orang tua.

“Pesan saya jika tidak bisa membuat mereka bahagia, maka jangan terlalu membebaninya, jaga nama baik mereka, dan doakan mereka di setiap ibadahmu,” pesannya.