Permainan Gasing di Kepulauan Riau

Gasing

Rancah.com – Pada umumnya masyarakat di Kepulauan Riau mengenal Main Gasing atau permainan gasing, permainan ini merupakan sebuah seni permainan rakyat (permainan tradisional) masyarakat Melayu yang telah dikenal oleh masyarakat Kepulauan Riau sejak zaman kesultanan Melayu. Jenis permainan ini berbeda disetiap daerah, memiliki karateristik dan ciri khas tersendiri, Permainan Gasing pada umumnya dimainkan oleh anak laki – laki baik yang sudah dewasa, remaja maupun orang tua, dan dimainkan dengan berkelompok antara 4 sampai 5 orang. Menurut cerita lisan yang berkembang, permainan gasing pada mulanya adalah permainan anak raja Pagaruyung.

Istilah gasing dipercayai berasal dari anak raja tersebut yang kerap dipanggil dengan nama gasing Mainan si gasing anak raja Pagaruyung. Ketika itu, mainan anak raja itu masih diputar dengan tangan. Dalam perkembangan selanjutnya dibuatkan tali pemutar dari turih pandan untuk memutarnya. Di masa lalu, permainan gasing selalunya dilengkapi dengan ilmu gaib untuk memenangkan permainan jika ia diperlombakan.


Permainan gasing di masa sekarang dimainkan pada lapangan tanah yang  berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 20 x 20. Jika dipertandingkan, permainan ini biasanya dimainkan pada pagi hari hingga sore, dengan disaksikan oleh sejumlah penonton yang berdiri disekeliling lapangan atau arena permainan.

Permainan Gasing sendiri terbagi dari beberapa gasing utama,  biasanya terbuat dari kayu pelawan, gemerin, dan mentigi, yang nama dan bentuknya terdiri dari :

1. Gasing Penenden (bentuknya agak tipis)
2. Gasing Pemangkah (bentuknya agak tebal)
3. Gasing Penanahan (bentuknya agak sedang)

Sementara tali pemutar gasing penenden disebut Tali Pengual bentuknya panjang dan lebih halus dari tali pemangkah yang bentuknya lebih pendek dan kasar.

Saat ini permainan Gasing di Kepulauan Riau terdapat di daerah Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas.



    KOMENTAR