Sebuah Kisah “Tentang Kita”

Part 1

Namaku Arie, seorang gadis kecil yang sangat dimanjakkan dan disayang oleh orang tuaku, aku bersekolah di SMAN 1 Dompu (NTB) selama 3 tahun. Setelah lulus dari SMA pada tahun 2016 aku  melanjutkan studi di salah satu universitas ternama di Malang, aku mengambil jurusan psikologi. awal aku kuliah disini bukan karena aku menginginkannya namun, dikarenakan orang tua yang sangat antusias agar bisa kuliah di kota ini. Pada awal perkuliahan rasanya sangat biasa bahkan membosankan sekali. aku tidak memiliki satu orang teman atau pun orang yang ku kenal, semuanya terlihat asing sekali.

Namun setelah beberapa bulan mengikuti perkuliahan semuanya terasa berbalik menjadi rasa nyaman dengan jalan yang dipilihkan oleh orang tuaku, aku merasa sangat bangga bisa bersama dan bersaing dengan orang-orang hebat di kampus megah ini. Tahun pertama setelah beberapa bulan kuliah aku lalu mengikuti beberapa organisasi yang ada di fakultas ku, salah satunya adalah IMM, aku sangat antusias mengikutinya. Karena aku merasa organisasi yang ku ikuti sangat menyenangkan, aku memiliki banyak teman dan kenalan melalui organisasi ini.

Setelah sekian lama berbaur dalam keluarga ikatan mahasiswa Muhammadiyah (IMM) aku dipertemukan di kegiatan diklat IMM dengan seseorang yang nampak asing bagiku, dia terlihat seperti lelaki yang baik hati, tampan dan murah senyum. yang benar saja saat pertama kali aku melihatnya hatiku serasa terpaut dan serasa dia menarik hatiku kedalam cengkramannya, (bucin banget kedengarannya) hehe, biasa baru lihat cogan (cowok ganteng). Ternyata lelaki tampan yang kulihat adalah kak Arel Mahasiswa satu tingkat diatasku, ya lebih jelasnya kakak tingkatku, dia adalah kakak tingkat angkatan 2015 dan mengambil jurusan yang sama sepertiku. Dalam berorganisasi dia sangat cerdas dan disiplin terlihat dingin namun sangat kharismatik, tipe aku banget ceritanya. Mulai saat itu aku mengambil keputusan untuk mengagumi sosok kak Arel.

Part 2

Waktu pun berlalu dengan cepat, rasanya bagaikan dijatuhi sebongkah berlian dari langit (lebaynya haha) aku dipertemukan kembali di taman kampus dengan lelaki yang ku kagumi tadi, maksudku kak Arel hehe.  Setelah saling menyapa aku dan kak arlan pun berlanjut untuk berbincang-bincang, aku dan dia pun terbungkus dalam balutan perbincangan hangat dan mengasyikkan, sampai lupa waktu pulang hehe.

Berawal dari pertemuan itu aku lalu menjalin hubungan dekat dan sering keluar berdua dengan kak Arel. Sampai tiba waktunya setelah beberapa bulan menjalin hubungan tanpa status aku dan dia kemudian menjalin kasih pada bulan Maret 2017, aku sangat bahagia bisa menjadi sepasang kekasih dengannya. Kak Arel sangat memanjakkan dan mencintaiku selama aku bersama dengannya. saat jauh dengannyaku rasa rindu berkecamuk dan saat bersama rasanya sangat nyaman. Bersamanya adalah keberuntungan untukku.

Namun kisah cintaku tak selamanya berjalan mulus,  dari awal menjalin cinta ada saja pengganggu yang ingin merusak kebahagiaanku bersama kak Arel. Pengganggu itu tidak lain adalah mantan pacar dari kak Arel yang bernama Fani. Fani tidak bisa menerima kenyataan bahwa kak Arel tidak bisa bersama dia lagi, kemudian Fani mengambil jalan dan membuat masalah agar aku dan kak Arel berpisah. Namun Fani tidak pernah berhasil memisahkan aku dengan kak Arel. Fani adalah mantan pacar dari kak Arel, mereka menjalin kasih dalam jangka waktu yang terbilang lama, yakni 3 tahun. Hubungan Fani dan kak Arel tidak berjalan dengan baik dikarenakan Fani selalu membohongi kak Arel dan terkenal sebagai wanita yang sangat pelit. Sekian lama menjalin hubungan dengan Fani kak Arel lalu memutuskan untuk meninggalkan Fani sendiri dan menjalin hubungan dengan wanita lain sebelum aku, kak Arel menceritakan kisah cintanya kepadaku, dia terlihat berbeda karena kebanyakan lelaki lain nggak ada yang mau menceritakan kisah cintanya, namun kak Arel tidak dia sangat berbeda dan sangat jujur. Aku bertemu dengan kak Arel setelah kak Arel menjalin asmara dengan beberapa wanita lain sebelum aku.

Kemudian Fani selalu mencari cara lain untuk merusak hubungan aku dan kak Arel namun tidak pernah berhasil. Kak Arel sangat menjaga perasaanku dan kak Arel begitu mencintaiaku. aku pun sebaliknya, sangat percaya dan mencintai kak Arel dengan sepenuh hati, bucin banget ya hehe. Setelah sekian lama Fani pun sudah tidak lagi mengganggu hubungan kami. Aku merasa lega dan tak menghawatirkan lagi perusak yang ingin memisahkan aku dan Kak Arel.

Part 3 (Ending)

Tahun demi tahun aku lewati bersamannya, dengan banyak cerita sedih, haru dan bahagia, selain hubungan asmara aku juga andil untuk menemani dan membantu dalam urusan studi kak Arel, aku menemaninya mencari buku dan jurnal untuk menyusun proposal skripsi.  Aku pun selalu ada  bersamanya dari awal kak Arel sempro, sidang dan akhirnya di wisudah pada Agustus 2019. Pada saat itu aku pun bertemu dengan keluarga kekasihku untuk pertama kali. Rasa takut, khawatir dan gugup menyelimuti diriku saat itu, Namun semua rasa itu rasanya seperti terlempar jauh dan hilang karena kak Arel selalu berada di dekatku.

Pertemuan singkat dengan keluarga kak Arel sangat berkesan bagiku, kita bercengkrama dengan santai dan sangat nyaman, tapi aku agak gugup, nggak tahu kenapa, mungkin karena baru pertama kali bertemu keluarga kekasih, hehe,,, tentu rasanya sangat berbeda saat bertemu dengan keluarga sendiri. Setelah pertemuan dan sering bertanya kabar via telpon dengan keluarga kak Arel aku merasa sudah dekat dan memiliki ikatan dengan keluarganya, orang tua kak Arel sangat menyayangiku seperti menyayangi kak Arel, aku merasa sangat bahagia bisa bersama orang-orang yang mencintaiku. Waktu serasa cepat berlalu, setelah lulus dari S1 kak Arel melanjutkan studi di jenjang S2 dengan mengambil jurusan yang sama, yaitu psikologi. kak Arel sangat bersemangat menjalankan studinya, kak Arel menjadi lebih rajin membaca buku dan artikel yang berkaitan dengan materi perkuliahannya.

Kembali lagi pada kisah cintaku ya hehe, setelah hampir 3 tahun menjalani hubungan menjadi sepasang kekasih, aku pun meminta kejelasan hubungan aku dan kak Arel ke jenjang yang lebih serius lagi, aku menanyakan banyak hal kepada kak Arel.

Arie: kak Arel apakah Arie boleh bertanya satu hal? (tanyaku pada kak Arel)

Kak Arel : Silahkan sayang, Arie ingin menanyakan perihal apa?

Arie : Apakah kak Arel benar-benar mencintaiku (dengan raut muka khawatir) ?

Kak Arel : dengan santainya tertawa ringan, hehe sayang bercanda ya? sayang kan sudah tahu kakak sangat mencintai Arie

Arie : Apa buktinya kak Arel mencintai Arie?

Kak Arel: Buktinya kakak sekarang masih bersama kamu sayang dan selalu bersamamu (dengan senyum manis di bibirnya sangat menyejukkan)

Arie: kapan kakak ingin menemui orang tua Arie?

Kak Arel: insha Allah dalam waktu dekat kakak akan datang ke rumah Arie dan bertemu dengan orang tua Arie (dengan senyum yang merekah, membuat hati sejuk)

Hatiku merasa kembali tenang setelah mendengar jawaban dari berbagai petanyaan yang berkecamuk dalam hatiku, rasanya sangat lega dan tenang sekali. Aku tak sabar mendengar berita bahagia dari kekasihku itu. Setelah beberapa minggu melakukan usaha  dan melalui berbagai macam drama yang terjadi, pada tanggal 2 Februari 2020 aku mendapat kabar bahwa kak Arel dan keluarganya datang untuk melamarku menjadi istrinya. Aku merasa sangat bahagia dilamar oleh seseorang kekasih yang sangat kucintai dan dia pun mencintaiku, aku menerima pinangan kak Arel dengan rasa haru, aku dan kak Arel menangis tak menyangka bisa sampai pada titik serius ini. Lamaran berjalan dengan sangat hikmat dan lancar sampai penentuan hari H pernikahan pun sudah di tentukan. Hari pernikahan kami ditentukan pada tanggal 20 Februari 2020. Aku dan kak Arel sangat bahagia dan terharu menantikan hari bahagia kami.

Wulandarie  Malang, Jum’at 14 Februari 2020

“Goresan Pena Wulan (ARLAN 17)”