Home Uncategorized Ahok Alias BTP: Gua Udah Berusaha Nggak Mau Marah, Rupanya Gua Di...

Ahok Alias BTP: Gua Udah Berusaha Nggak Mau Marah, Rupanya Gua Di Jepang Ini Untuk Selamatkan Beberapa Suara

Rancah.com  – Dalam sebuah video pendek Ahok marah-marah saat pencoblosan di Osaka Jepang, Kini tengah viral di sosial media.  Setelah selesai pencoblosan, Ahok kemudian angkat bicara kenapa dia sempat marah, ia mengatakan bahwa dirinya sempat ingin dikerjai oleh Oknum ketika dirinya mau mencoblos di Osaka Jepang. Ahok menceritakan dia hampir dikerjai oknum saat hendak mencoblos.

“Padahal sejak keluar dari tahanan, gua udah berusaha nggak mau marah. Tapi pas ketemu orang kayak gitu memang mesti dimarahin, baru dia takut. Kalau nggak, banyak orang nggak bisa milih,” kata Ahok.

Bayangin, gara-gara diserobot orang, nggak jelas siapa yang nyerobot tadi. Rupanya memang saya di Osaka ini untuk menyelamatkan beberapa suara,” tambah Ahok.

Seperti diketahui, Ahok memang sebelumnya dipenjara selama 20 bulan dalam kasus penodaan agama. Ahok bebas pada Januari 2019 dan sempat berkeliling ke beberapa negara setelahnya.

Soal kejadian di Osaka, Ketua PPLN Osaka Anung Wibowo telah menjelaskan momen Ahok memprotes ketika pencoblosan. Anung mengatakan insiden itu hanya salah paham.

“Itu salah paham saja, jadi tadinya kan Pak Ahok sudah antre, tapi dia harus pindah tempat karena banyak massa yang minta foto, terus ketika beliau kembali ke antrean lagi dikirain nyelak gitu, terus Pak Ahok nggak terima, itu juga ngobrol-ngobrol aja, cuma karena sama-sama ngomongnya keras, sama orang-orang Makassar, sedikit panas, itu juga sebentar nggak sampai 5 menit sudah selesai urusannya,” kata Anung saat dihubungi detikcom.

Anung membenarkan bahwa Ahok sudah terdaftar untuk melakukan pencoblosan di Osaka. Dia menegaskan lagi bahwa peristiwa itu hanya salah paham.

“Memang beliau bener nyoblos, beliau terdaftar sebagai DPTb semua kita sama kita layani dengan baik, sama semua WNI, kami layani dengan baik, kita layani sebagai semestinya, cuma salah paham sedikit aja, cuma yang di socmed melihatnya apa, tapi nggak sampai 15 menit sudah smooth lagi,” jelasnya.

“Jadi nggak terjadi hal yang terlalu, salah paham sebentar terus teman-teman 01 ada di samping saya, sama teman-teman dari 02 juga ada di samping saya. Mereka masing-masing menenangkan massanya. Kami juga imbau tidak ada yang teriak-teriak lagi karena itu gedung orang nanti kita diusir, mereka bisa memahami, sudah selesai urusannya,” sambung Anung.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here