Mengenal Ketidakpastian Bisnis Saat Covid-19

Rancah.com – Disruption merupakan kata yang sering kita dengar di saat perubahan terjadi tiba-tiba. Seperti halnya masa pendemic virus corona saat ini yang melanda dunia diawal tahun 2020. WHO mencatat pada tanggal 6 Maret 2020,COVID-19 mengakibatkan sebanyak 3,756,423 kasus dan 259,449 meninggal  akibat virus yang dikenal dengan virus corona yang telah menginfeksi sekitar 212 negara di dunia. Dengan adanya pendemic virus corona sebagian besar negara memberlakukan sistem lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus ini. Sistem lockdown yang diberlakukan mengakibatkan sebagian kegiatan bisnis berhenti secara tiba-tiba, sehingga terjadinya disruption bisnis secara mendadak yang sulit ditebak bahkan perusahaan besar sekalipun.

Disruption memang merupakan fenomena yang serius menimpa bisnis atau industry yang sedang kita jalani, kenapa disruption ini dapat muncul? Ada yang besar mempengaruhi disruption dan ini yang saya sebut unpredictability. Perubahan yang terjadi dapat diakibatkan oleh teknologi, politik yang tidak menentu, social-budaya yang kompleks dan saat ini virus korona mengakibatkan pasar harus menanggapi situasi tersebut. Sehingga pemain baru dalam industry, demi memenangkan share of voice dari konsumen, mencoba hal baru- ada yang berhasil dan ada yang pula tidak. Pemain lama harus dapat beradaptasi dan bertahan ketika ada serangan situasi lockdown yang mana orang diharuskan work for home.

Kondisi unpredictability ini juga sering ditemui dalam dunia peperangan yang kita ibaratkan didunia bisnis. Bayangkan, saat sang jenderal perang berteriak “serang!” prajurit akan dihadapkan ratusan kondisi yang tidak menentu. Kondisi tersebut meliputi taktik perang lawan, senjata yang mereka persiapkan, hingga medan perang yang tiba-tiba dilanda hujan, kabut. Strategi yang telah disiapkan matang selama berbulan-bulan berubah dalam sekejap hitungan menit.

Inilah yang disebut dengan era VUCA!

Detail Vuca

VUCA merupakan akronim dari Volatility, Uncertainly, Complexity dan Ambiguity. Istilah ini diperkenalkan oleh angkatan darat Amerika untuk mengajarkan teknik kepemimpinan di medan perang. Volatility merupakan keadaan yang tidak menentu dan rentan terhadap perubahan; Uncertainly merupakan ketidakpastian dan keadaan yang penuh dengan kejutan yang dapat terjadi kapan saja; Complexity merupakan situasi yang terlalu banyak variabel yang menyulitkan; Ambiguity merupakan kebingungan membaca arah dengan jelas. Sehingga pemahaman tentang VUCA yang penuh ketidakpastian sangat cocok sekali yang terjadi didunia bisnis apalagi saat virus korona ini melanda dunia yang sangat mempengaruhi kegiatan bisnis dan ekonomi.

Perusahaan sedang diuji layaknya jenderal di medan perang yang harus memutuskan pergerakan prajurit di medan perang. Era VUCA dalam konteks bisnis terjadi karena variabel yang memperngaruhi terlalu banyak. Variabel ini contohnya, politik, ekonomi, social budaya masyarakat dan teknologi. Kalau kita samakan dengan keadaan virus korona ini adalah; politik yang mengharuskan adanya sistem negara lockdown, ekonomi yang menurun karena kegiatan bisnis dibatasi oleh pemerintah, social masyarakat yang diharuskan untuk work for home dan teknologi yang menjadi solusi untuk memenuhi kegiatan masyarakat. Apakah digitalisasi yang saat ini diterapkan pada perusahaan sudah sesuai dengan perubahan bisnis? Beberapa gejala yang muncul ini tentunya perlu kita waspadai dan antisipasi.

Perilaku customer semakin complex,sulit ditebak, karena segmentasi konsumen sudah dapat dibelah, contohnya dari bisnis minuman saja, banyak variannya dari penggemar kopi, buble, thai tea, cheese drink,dan sebagainya. Dahulu, kalau menyukai suatu produk, mereka akan beli dan beli lagi ada repurchase customer yang berakibat loyalty customer. Saat ini, konektiktivitas mengubah perilaku dan interdepedensi customer dengan komunitas yang tak terelakan.

Perusahaan pun dihadapkan pada situasi decision making yang sulit karena multiinterpretasi yang mungkin akan terjadi. Produk yang kita anggap inovasi belum tentu disukai konsumen. Perusaahaan besar dan mapan mulai khawatir: ada yang ikut-ikutan punya aplikasi,membuat sistem informasi,membuat alur bisnis dengan sistem dan/atau ada juga perusahaan yang masih “wait and see”.