Soal Penolakan Pendonor Darah, Ini Penjelasan PMI

Rancah.com – Terkait penolakan 14 orang pendonor darah akibat kekurangan kantong darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara buka suara. PMI Jakarta Utara melalui Sekertarisnya menyebutkan pendonor tak bisa mendonorkan darahnya karena beberapa alasan.

“Yang pertama pada saat donor darah sukarela (Dondarela) di Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara kami menargetkan 50 peserta, akan tetapi ternyata peminat donor darah mencapai 64 orang atau lebih dari target,” terang Sekretaris PMI Jakarta Utara, Endang K.S di Kantornya, Jalan Plumpang Semper Raya, Koja, Jakarta Utara, Jumat (06/08/2020).

Alasan lainya, kata Endang, beberapa orang dari 14 pendonor tersebut mengalami, sakit gigi, kurang tidur, alergi, pusing, sakit typhes dan lainya sehingga tidak dapat melakukan donor darah.

“Disisi lain selama masa pandemic ini donor darah PMI Jakarta Utara terjadi penurunan perolehan darah lebih kurang 70 persen dari keadaan normal. Sedangkan kebutuhan darah bagi pasien demam berdarah thalassemia juga kebutuhan tranfusi darah lainya meningkat,” ujar Endang.

Lebih lanjut Endang mengatakan, upaya yang dilakukan PMI Jakarta Utara sesuai dengan Surat Edaran Ketua Umum PMI yakni agar bekerjasama dengan TNI, Polri serta unsur lainnya.

“Namun hal ini belum cukup, maka melalui Walikota Jakarta Utara selaku pelindung PMI Kota Jakarta Utara dan Wakil Walikota Jakarta Utara selaku Ketua Gerakan Donor Darah Sukarela menghimbau Lurah dan Camat agar menyelenggarakan donor darah sukarela dikantor masing-masing,”tandasnya