Ternyata Ini Fungsi Lain dari Rambut (Apresiasi Puisi)

Fungsi Lain dari Rambut

Rancah.com – Ketika kalian membaca puisi ini, mungkin di antara kalian ada yang mengangguk karena setuju dan ada yang menggelengkan kepala karena tidak setuju. Hal ini terjadi karena ketika seseorang merasa jatuh cinta kepada lawan jenis, bermacam-macam alasannya. Ada yang karena parasnya, rambutnya, pakaiannya, dan lain sebagainya.
 
Puisi tersebut berbunyi:
 
Rambut
 
Rambut kekasihku
sangat indah dan panjang.
Katanya,
rambut itu untuk menjerat hatiku.
 
Sagan, 1958
Sumber: Buku ‘Puisi-puisi cinta’
 
Puisi ini ini hanya berisikan satu bait yang terdapat empat baris di dalamnya. Pada baris pertama ini menjelaskan bahwa yang dimaksudkan adalah ‘Rambut kekasihku’ yang menjadi objek dalam puisi ini. Mungkin ada yang bertanya, kekasih siapa yang dimaksudkan? mungkin juga ada yang menafsirkan langsung, bahwa yang dimaksud adalah rambut kekasih dari penyair.
 
Untuk lebih jelasnya, akan saya sampaikan sedikit ilmu yang telah saya pelajari kepada kalian.
 
Puisi salah satu bentuk karya sastra yang pendek dan singkat yang berisi ungkapan isi hati, pikiran, dan perasaan pengarang yang padat yang dituangkan dengan memanfaatkan segala daya bahasa secara pekat, kreatif, dan imajinatif. Secara bebas dapat dikatakan bahwa puisi adalah karangan yang singkat, padat, pekat (Suroto,1989:40).
 
Setahu saya sejauh ini (apabila ada kesalahan mohon dikoreksi) banyak sekali pengertian puisi. Ada yang mengatakan bahwa puisi adalah ungkapan hati sebagaimana yang saya kutip di atas. Ada juga yang mengatakan bahwa puisi adalah kristalisasi dari sebuah bahasa atau dapat dikatakan bahwa puisi adalah sebuah ‘hal yang lebih indah’ dibandingkan dengan bahasa biasa yang digunakan dalam sehari-hari.
 
Oleh karena itu, puisi pada dasarnya ditulis tidak dengan aturan yang sama dalam tulisan artikel, karya ilmiah, atau tulisan sehari-hari yang lainnya. Sebagaimana yang telah kita ketahui pula, kini puisi sudah memiliki kebebasan ‘mutlak.’ Sehingga, penyair sangat bebas dalam berpuisi dan puisi semakin sulit untuk dipahami.
 
Maka dari itu, setiap orang dalam memahami sebuah puisi akan berbeda-beda. Berkaitan dengan puisi W.S Rendra di atas, pasti juga ada yang berbeda. Ada yang bertanya-tanya dan ada juga langsung menafsirkan A, B, dan C.
 
Kita kembali lagi ke pembahasan awal kita. Pada baris kedua penyair menjelaskan leih detil ‘Rambut kekasihku’ yang disebutkan pada baris pertama. Dalam bahasa sehari-hari kita sering menemukan fungsi ‘keterangan’ dalam sebuah kalimat. Namun, dalam sebuah puisi kita tidak akan selamanya menemukan sebuah keterangan. Hal ini terjadi dikarenakan puisi menuntut kepada pembaca untuk berfikir lebih cermat dan puisi menyampaikan sesuatu secara implisit.
 
Kemudian, pada baris ketiga hanya terdapat satu kata, yaitu ‘Katanya,’ Penyair menggunakan kata tersebut untuk menjelaskan kepada kita bahwa kalimat ‘rambut itu untuk menjerat hatiku’ hanya sebuah perkataan orang-orang pada masa itu (1958).
 
Selanjutnya, baris keempat atau baris terakhir yang berbunyi ‘rambut itu untuk menjerat hatiku.’ Pada kalimat tersebut terdapat dua tafsiran atau makna yang aku pahami. Pertama, penyair menyampaikan bahwa rambut sang kekasihnya digunakan untuk menjerat hati penyair atau orang yang diwakili perasaannya. Kedua, menjelaskan bahwa ‘rambut’ digunakan untuk menjerat hati seseorang.