Cara Memilih Calon Pemimpin

Memilih Calon Pemimpin

Rancah.com – Sebentar lagi disebagian daerah di Indonesia akan diselenggarakan pemilihan pemimpin secara serentak. Memilih pemimpin kepala daerah yang tentu akan menjadi kepala daerah selanjutnya. Namun bagaimana cara memilih calon pemimpin secara benar ?. Agar calon pemimpin tersebut kelak dapat memimpin daerahnya secara benar dan dipercaya.

Berikut ini adalah bagaimana cara memilih calon pemimpin secara benar , agar tidak salah pilih. Karena ketika anda salah pilih maka ada pertanggung jawaban nanti di akherat nanti. Dan dalam jangka pendeknya calon pemimpin yang anda salah pilih akan berbuat semena-mena atas jabatan yang diraihnya. Mari simak baik-baik.

Yang pertama adalah ketika anda harus memilih calon pemimpin maka jauhkanlah dari kepentingan pribadi. Artinya anda harus netral dari janji-janji politik. Misalkan anda seorang ustad yang memimpin jamaah di musholla kemudian anda didatangi calon pemimpin dan meminta anda agar mendukung calon pemimpin tersebut.

Secara umum memang sah namun jika anda diberi iming-iming atau janji jika calon pemimpin tersebut terpilih maka anda akan diberi imbalan. Maka saat itu anda wajib tidak memilih calon pemimpin tersebut. Karena akan dipertanggung jawabkan nanti diakherat dan calon pemimpin tersebut ketika terpilih nanti akan mencari modal kembali yang pernah ia keluarkan .

Yang kedua ketika anda memilih calon pemimpin maka pilihlah yang baik secara dhohir. Artinya dalam pandangan anda dan orang secara umum baik , tidak sedang tersandung masalah baik masalah secara hukum negara maupun hukum Agama. Lebih ringkas lagi nama calon pemimpin itu baik tidak tercemar. Mengenai apa yang didalam hati calon pemimpin anda tidak harus mengetahui karena itu urusan dengan Tuhan nya.

Yang ketiga yaitu ketika anda harus memilih calon pemimpin maka perhatikanlah siapa yang mengusung calon pemimpin tersebut. Jika terbukti tidak baik seperti ada berbagai masalah yang negatif maka jangan dipilih calon pemimpin tersebut, sekalipun calon pemimpin itu bapak anda sendiri. Karena yang mengusung yang akan membisikan niat jeleknya ketika telah terpilih. Namun jika terbukti yang mengusung adalah baik maka pilihlah calon pemimpin tersebut.

Yang terakhir, setelah melewati tiga tahap menjauhkan kepentingan pribadi, memilih yang baik dan memilih pengusung yang baik kemudian anda harus memohon dan berdoa pada Allah agar seseorang yang anda pilih nanti adalah yang terbaik bagi semua masyarakat. Dan jika memang tidak baik maka berdoalah agar diganti dengan yang terbaik .

Demikian cara memilih calon pemimpin yang benar agar anda tidak salah memilih. Karena akibatnya tidak hanya di dunia juga akan dipertanggung jawabkan di akherat nanti. Semoga kita tidak salah dalam memilih calon pemimpin, baik pemimpin daerah maupun pemimpin negara . Semoga bermanfaat.