Pemasang Bendera Pertama

Rancah.com – Bulan Agustus identik dengan tema kemerdekaan. Bulan Agustus adalah masa bangsa Indonesia mengenang kembali jasa pahlawan-pahlawan yang sudah berjuang di medan perang. Mengingat bagaimana para tokoh-tokoh yang membentuk bangsa ini. Sungguh sangat bangga dan terharu dengan semangat juang para pahlawan. Tidak terbayangkan kalau sampai sekarang kita masih dalam kondisi dijajah. Pasti kehidupan kita tidak seenak dan senyaman sekarang.

Cara-cara memperingati hari kemerdekaan dilakukan dengan berbagai macam. Acara yang paling sering dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan adalah makan kerupuk, balap karung, panjat pinang, dan permainan sederhana lainnya. Seremonial lainnya dengan membuat pawai keliling kota. Tentu saja untuk sekolah dan instansi pemerintah mengadakan upacara memperingati hari kemerdekaan. Kemeriahan selalu tersaji ketika merayakan hari kemerdekaan.

Hari kemerdekaan juga identik dengan bendera. Merah dan putih yang identik dengan keberanian dan kesucian. Merah yang juga bermakna tubuh manusia dan putih bermakna jiwa manusia. Suatu kesatuan warna yang indah melekat sebagi lambang negara Indonesia.

Pada tanggal 1 Agustus saya melintas di gang tempat saya tinggal. Ada satu rumah di gang tersebut sudah memasang bendera di depan rumahnya. Padahal penjual bendera belum banyak bermunculan, akan tetapi satu rumah di gang saya sudah memantapkan dirinya sebagai pengibar bendera pertama di wilayah kami. Kalau dilihat lagi ke masa penjajahan, yang memasang bendera pertama ini sebagai inisiator untuk melawan penjajah. Dengan gagah berani dan penuh semangat untuk menggerakkan semua orang melawan penjajah. Sang Inisiator akan berteriak lantang kepada yang lain “Jangan diam saja.”

Saya menjadi semangat dan termotivasi walaupun bukan saya yang memasang pertama bendera di depan rumah. Saya merasa kagum kepada orang yang pertama memasang bendera pertama di daerah kami. Pemasang bendera pertama ini menjadi pelopor kebaikan yang patut untuk ditiru. Semangat dan inisiatifnya sungguh menularkan energi positif.

Sebagian orang mungkin tidak terlalu memperdulikan tanggal di kalender karena fokus ke yang hal lain lebih penting. Dengan adanya pemasangan bendera pertama, akan membuat orang yang lupa tanggal di kalender melihat kembali ke kalendernya dan berkata “oh, ternyata sekarang sudah bulan Agustus.”

Mungkin ada orang menganggap pasang bendera menjadi hal yang biasa saja. Memang setiap tahun sudah begitu dan sepertinya tidak ada yang spesial. Bagi sebagian orang bisa juga memandang sebaliknya bahwa dengan memasang bendera menjadi masa mengenang bagaimana proses-proses perjuangan yang tidak mudah dilakukan pahlawan-pahlawan kita. Semua tergantung ke persepsi masing-masing. Sebisa mungkin kita selalu mengarahkan ke mengenang perjuangan para pahlawan sehingga bangsa kita dapat terbentuk.

Pemasang bendera pertama tersebut saya menganggapnya sebagai panutan dan contoh bagi masyarakat di gang tersebut. Untuk menjadi panutan atau patokan dari orang-orang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh kerelaan dan motivasi yang benar. Mungkin secara tidak sadar menjadi contoh bagi banyak orang. Kata lainnya menjadi teladan dalam hal positif. Pemasang bendera pertama ini menjadi panutan dan contoh dalam pengingat hari kemerdekaan Indonesia.

Sangat patut disyukuri jikalau kita mendapat giliran berperan sebagai pemberi teladan. Menurut saya semua orang akan mendapat giliran untuk menjadi contoh kebaikan yang dapat ditiru oleh banyak orang. Tinggal menunggu antrian untuk mengambil peran sebagai teladan bagi banyak orang. Akan tetapi sikap kita jangan menjadi sombong karena menganggap kita di contoh oleh orang lain. Ingatlah semua pemikiran dan sikap kita yang baik karena anugerah dari Sang Pencipta

Untuk menjadi teladan yang dapat di contoh oleh banyak orang tidak harus menunggu menjadi orang yang besar terlebih dahulu. Tidak harus menunggu banyak uang dan harta yang berlimpah untuk menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi banyak orang. Cukup melakukan hal yang sederhana juga sudah dapat berpengaruh bagi banyak orang.

Hal sederhana yang dapat dijadikan contoh yang nyata adalah pemasangan bendera pertama ini. Bendera yang dipasang juga tidak harus seukuran lapangan sepakbola. Cukup bendera kecil dengan batang bambu sudah sangat menginspirasi. Bukan bentuknya yang menjadi fokus utama, akan tetapi semangat kemerdekaan yang ditularkan ke lingkungan sekitar.