Sejarah Perang Korea 1950-1953

Rancah.com – Pasca perang dunia ke-2 Jepang yang kalah dalam perang harus rela menyerahkan wilayah di semenanjung Korea kepada pihak sekutu. Wilayah Korea pun harus dibagi menjadi 2 wilayah dengan mendapat pengaruh dari ideology Sosialis-Komunis milik Uni Soviet dan ideology Liberal-Kapitalis yang sangat digencarkan oleh Amerika Serikat. Pada awal  Uni Soviet dan Amerika Serikat berusaha membentuk pemerintahan administrasi masing-masing wilayah yang akhirnya tercipta dengan Democratic People of Republic Korea yang dikenal dengan Korea Utara dan Republic of Korea yang dikenal dengan sebutan Korea Selatan.

Pemisahan kekuasaan pemerintah administrasi ini sendiri diketahui dan dibawah arahan PBB, hal ini dilakukan karena tidak adanya titik temu antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam mengimplementasikan amanat PBB (penyatuan) terhadap wilayah Korea. mengenai pembagian Korea yang dalam hal ini adalah persetujuan para Menteri Luar Negeri pada pertemuan di Moskow, 30 Desember 1945 yaitu:

  1. Mengingat pembentukan kembali Korea sebagai negara merdeka, diciptakannya keadaan untuk pembangunan negara atas dasardasar demokratik dan dilenyapkannya secepat munkin atas dominasi Jepang yang berlarut-larut di Korea yang membawa malapetaka, akan dibentuk pemerintahan sementara Korea yang demokratis, yang akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengembangkan industri, pengangkutan dan pertanian Korea serta kebudayaan nasional rakyat Korea.
  2. Supaya dapat membantu pembentukan pemerintahan sementara Korea dan mengingat perincian pendahuluan dari tindakantindakan yang tepat, akan dibentuk komisi bersama yang terdiri dari wakil-wakil komando Amerika Serikat di Korea bagian selatan dan Komando Uni Soviet di Korea bagian utara.
  3. Akan menjadi tugas komisi bersama, dengan partisipasi pemerintah sementara Korea yang demokratis dan organisasi demokratik di Korea untuk menyusun pula tindakan-tindakan untuk membantu dan menolong (perwakilan) kemajuan politik, ekonomi dan ekonomi rakyat Korea, pengembangan pemerintah sendiri yang demokratis dan pembentukan kemerdekaan nasional Korea.

Jika kita lihat bagaiman isi dari pembagian wilayah Korea yang telah disetujui para mentri luar negeri pada pertemuan di moskow 30 desember 1945, tidak berlebihan kiranya jika pada umunya masyarakat berpandangan perang saudara di Korea itu wajar terjadi. Hal yang mendasarinya adalah jelas pembagian tersebut akan memisahkan korea Utara dan Selatan karena Ideologi yang menaungi sangat berbeda yaitu Komunisme dan Liberalisme. Pembagian kedua wilayah tersebut pada perjalanan waktu terbukti di tunggangi oleh kepentingan baik Uni Soviet maupun Amerika Serikat pada masa Perang Dingin. Keduanya terus bersaing untuk menunjukkan siapa yang paling kuat hingga tidak bisa membendung terjadinya perang Saudara. Dengan demikian wilayah Korea menjadi sebuah arean percaturan dan pergolakan politik yang ada pada masa perang dingin tersebut.

Pada awalnya PBB mencoba untuk melakukan pemilihan jajak pendapat tentang wacana Reunifikasi Korea, namun rencana ini mendapat penolakan dari pihak Korea Utara dan Uni soviet. Pada bulan desember 1948, PBB mengesahkan hasil-hasil pemilihan yang dilakukan di Korea Selatan. PBB menyatakan bahwa Korea Selatan adalah satu-satunya pemerintahan yang sah. Adanya keputusan tersebut membuat Korea Utara semakin membenci Korea Selatan dan Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat meletusnya perang Korea yang dimulai dari pihak Korea Utara yang dibantu oleh Uni Soviet guna untuk mendapatkan hak-haknya kembali dan mendapatkan wilayah Korea secara keseluruhan melalui jalan kekerasan dan peperangan. Korea utara yang telah berusaha dengan berbagai cara, akhirnya melakukan agresi militer ke wilayah Korea Selatan pada bulan Juni 1950.

Penyerangan ini cukup mengejutkan pihak Korea Selatan, sehingga tampak dalam serangan perdana ini Korea Utara seakan-akan berhasil dalam melakukan penyerangan militer terhadap pihak Korea Selatan yang belum sempat melakukan persiapan sebelumnya. Melalui berbagai siaran komunikasi terutama Radio yang terpusat di kota Pyongyang, Korea Utara mengumumkan perang terhadap saudara mereka Korea Selatan. Dalam serangan tersebut pihak Korea Utara berhasil menduduki beberapa kota di Korea Selatan yakni Chuchon, Ongjin dan Kaesong. Namun mereka terus merangsek masuk kedalam wilayah Korea Selatan tujuan mereka ialah Kota Seoul yang dapat mereka taklukkan beberapa hari kemudian.

Pecahnya perang Korea cukup membuat pihak sekutu terutama Amerika Serikat terkejut, bagi Amerika, perang Korea merupakan perang mereka juga. Hal ini dikarenakan Korea Utara pada saat itu sangat didukung oleh kekuatan dari Uni Soviet. Amerika beralasan dengan membendung kekuatan komunis di wilayah Asia dan juga ingin mengamankan hegemoninya maka pihak Amerika Serikat kemudian memutuskan untuk membantu pihak Korea Selatan. Amerika serikat akhirnya menggunakan kekuatan politiknya dan meminta dewan keamanan PBB untuk mengadakan sidang terkait agresi militer yang dilakukan oleh Korea Utara terhadap Korea Selatan. Hal ini direspon oleh dewan PBB dan mengadakan sidang serta menghasilkan resolusi terkait Korea. Isi resolusi tersebut antara lain :

  1. Mendesak pihak Korea Utara untuk menghentikan perang dan menarik mundur pasukannya dari wilayah Korea Selatan.
  2. Memberikan sanksi kepada pihak Korea Utara apabila perintah dalam ketentua pertama tidak dihiraukan, maka PBB dan para anggotanya akan membantu pihak Korea Selatan.

Pihak Amerika serikat secara personal sudah melakukan berbagain cara untuk membantu pihak Korea Selatan dalam perang baik dalam hal politik di dewan keamanan PBB, melakukan politik Blokade di daerah pasifik hingga melakukan bantuan militer akan tetapi hal ini tidak berdampak cukup banyak terhadap pihak Korea Selatan. Dalam 3 bulan selanjutnya pihak Korea Utara masih tetap unggul dikarenakan bantuan yang dilakukan Uni Soviet lebih memadai dan strategi politik perang yang diterapkan oleh pihak Korea Utara dan Uni Soviet cukup tertata rapi. Namun hal ini tidak bertahan lama, pada September 1950 pola peperangan mulai terbalik dan pihak selatan mulai dapat mengimbangi pihak utara dengan bantuan dari Amerika Serikat bahkan mereka telah berhasil merebut kota Seoul dan mulai memukul mundur pihak Utara bahkan berhasil melewati wilayah perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Akan tetapi hal ini justru memicu masuknya RRC (Tiongkok) dalam perang, RRC beranggapan bahwa apabila Korea Utara kalah maka akan berdampak terhadap Uni Soviet sebagai salah satu sekutu RRC. Maka dari itu pada bulan Oktober 1950 RRC memutuskan untuk membantu pihak Utara, hal ini kembali merubah alur jalannya perang hingga berbelok kepada keunggulan pihak utara. Dengan masuknya RRC dalam perang hal ini juga mengundang negara lain yang notabene merupakan anggota PBB lainnya untuk masuk dalam perang seperti Inggris, Prancis, Kanada, Turki, Australia, India, Thailand dan negara lainnya.

Situasi perang yang tidak kunjung usai akhirnya mendorong beberapa pihak untuk melakukan perundingan dalam upaya untuk mendamaikan kedua pihak yang tengah bersengketa, hal ini ternyata disepakati oleh pihak Korea Selatan maupun pihak Korea Utara sehingga selanjutnya diadakan berbgai perundingan antara lain :

  1. Perundingan Kaesong (10 Juli-22 Agustus 1951)
  2. Perundingan di Panmunyon (25 Oktober-27 Juni 1953)

Dalam kedua perundingan pertama Korea Utara dan Korea Selatan sempat menuduh satu sama lain mengenai beberapa hal yang difokuskan tentang pembagian garis demakarsi militer, namun dalam perundingan kedua akhirnya kedua belah pihak berhasil mencapai kata sepakat dalam penyelesaian konflik dan melakukan gencatan senjata pada 27 Juli 1953. Dengan demikian perang ini resmi berakhir tanpa adanya pemenang dan wilayah di semenanjung Korea tetap dibagi 2 antara Korea Selatan dan Korea Utara yang telah disepakati batas-batas wilayah.