Sebuah Perumpamaan ‘Manusia dan Mobil’

Jaguar XJR yang dipakai melawan jetman (Worldcarfans)

Manusia? Ketika mendengar kata manusia, kita tidak akan merasa kaget bukan? Karena kita sendiri adalah manusia. Tapi, apakah kalian tau? Ternyata  kita seharusnya malu kepada sebuah kendaraan.

Tidak dapat dipungkiri dan harus diakui, bahwa kita manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain.

Kita manusia, walaupun memiliki kemampuan dalam segala aspek, namun tetaplah kita membutuhkan bantuan dari sesama kita, betul?

Sejenak kita lihat sebuah mobil?

Mobil melaju karena adanya kerjasama antara mesin, gigi, ban, dan seluruh komponen yang terdapat pada mobil tersebut.

Jika sebuah mobil memiliki kerusakan pada satu komponen saja, Katakanlah terdapat kerusakan pada bagian ban ( bocor ), apakah mobil itu akan tetap berjalan dengan mulus? Tentu saja jawabannya adalah  tidak, Betul?

Nah, Coba kita lihat, apakah didalam mobil terdapat sebuah komponen yang merasa bahwa mobil ini tidak akan melaju jika tidak ada saya ?

sebagai sebuah contoh :

Mesin berkata ” Mobil ini melaju karena ada saya”

Ban berkata ” mobil ini melaju karena ada saya”

Apakah seperti itu ? tentu saja tidak, karena mereka menyadari bahwa keberadaannya saja tidak akan mampu membuat mobil ini melau dengan lancar.

Sekarang, Kita selalu membutuhkan kendaraan, apalagi jika aktifitas keseharian kita harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan, katakanlah angkutan umum. Setidaknya mungkin kita akan naik angkutan umum ini 2x, berangkat dan pulang, betul?

Apakah kita tidak merasa malu kepada mereka? ya, maksudnya kepada mobil yang senantiasa sadar akan dirinya yang tidak mampu berjalan jika tidak ada yang lain.

Mengapa kita selalu merasa sombong? mengapa kita selalu merasa bahwa ini dan itu adalah hasil kita?

ya memang, sangatlah wajar kita sebagai manusia memiliki rasa seperti itu dan mobil tidak.

akan tetapi ketik kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah salah, dan kita tidak mampu melakukannya tanpa orang lain, maka hanya kalimat ini yang kita tunggu “ kerusakan akan terjadi”. 

Saudaraku sekalian, sudah sepantasnya kita malu jika kita memiliki sifat sombong.

Hanya dengan sebuah mobil pun rasa sadar kita begitu jauh, apalagi jika kita sambungkan dengan sang pencipta.

Sangatlah kita malu melakukan suatu hal dengan didasari sifat memiliki apalagi sifat sombong. Toh pada dasarnya apa yang kita lakukan itu tidak akan terlepas dari Qodho dan Qodarnya.

sekian ya saudaraku, semoga bermanfaat, amiin…

” ketika kamu berasal dari sukabumi dan pergi ke jakarta, tentu kamu akan kembali ke sukabumi, ketika kamu menyadari bahwa kamu adalah manusia, kembalilah kepada sang pencipta agar hidupmu bahagia”