Viral Ajakan Pria Berhamzat Yang Menyindir Masyarakat Untuk Keluar Rumah

Pria Berpakaian Hamzat Berteriak-teriak di Jalanan Menyindir Masyarakat. Foto : Instagram/@ndorobeii

 

Setelah sebelumnya media sosial dihebohkan dengan tagar #IndonesiaTerserah dengan unggahan foto para tenaga medis yang membawa tulisan “Indonesia Terserah”, kali ini ada sebuah unggahan video viral di media sosial Instagram yang menghebohkan para netizen. Dimana seorang pria berpakaian hamzat tengah berteriak di jalanan.

 

Video yang diunggah oleh pemilik akun Instagram bernama @ndorobeii pada Jumat (22/5/2020) itu memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian hamzat yang tengah berjalan di jalanan sambil menggendong tempat penyimpanan air dan berteriak-teriak menyerukan agar masyarakat keluar rumah.

 

“Biar kami yang ada di dalam. Kami capek, kami capek, ayo keluar rumah semua. Kalau ingin Indonesia seperti Ekuador, ayo keluar rumah semua,” ujar pria itu.

 

Diketahui pria bernama Henry Sulfianto tersebut merupakan seorang warga asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Henry mengatakan, jika aksi yang dilakukannya itu merupakan bentuk keprihatinannya terhadap warga yang seolah tidak mempedulikan tentang bahaya dari wabah Covid-19. Bahkan dirinya menilai, jika perilaku sebagian masyarakat banyak yang tak disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 sesuai kebijakan dari pemerintah.

 

Menurut Henry, dirinya mengaku prihatin dengan para tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan untuk melawan Covid-19. Bahkan, menjelang hari Lebaran saat ini banyak masyarakat yang tetap membeli baju tanpa peduli risiko penyebaran Covid-19 nantinya.

 

“Kami peduli terhadap para medis yang sudah berjuang mati-matian melawan Covid-19. Di sisi lain, kami juga prihatin karena masyarakat tetap berbelanja baju menjelang Lebaran tanpa memikirkan risiko penyebaran Covid-19,” kata Henry.

 

Henry menambahkan, jika perilaku masyarakat yang rela berkerumun dan beramai-ramai hanya untuk membeli baju Lebaran ini seolah melupakan perjuangan para tim medis dalam menangani kasus Covid-19.

 

“Kami jujur sangat prihatin. Mereka lupa ada tim medis yang terus berjuang. Banyak para medis yang berjuang untuk merawat pasien corona, tapi ini masih banyak masyarakat yang mengerumuni mal dan santai,” pungkasnya.