Tangis Haru Seorang Ayah Gantikan Wisuda Putrinya Yang Meninggal Dunia

Ayah Gantikan Wisuda Putrinya Yang Meninggal. Foto : detik.com

 

Seorang ayah bernama Muh Arif Bochari (50) harus merasakan tangis sedih dan terharu kala menggantikan prosesi wisuda putrinya, A Musdalifa Arif (20), Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin, Makassar. Diketahui, putrinya meninggal dunia beberapa bulan sebelum diwisuda. Bahkan, Musdalifa sendiri sudah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan dalam prsesi wisudanya.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Rabu (12/8/2020), menurut pengakuan dari salah seorang rekan Musdalifa sesama mahasiswi, Dian Purnama Sari, mengatakan, bahwa dirinya cukup dekat dengan almarhumah semasa hidupnya. Bahkan, Musdalifa dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan ceria selama proses belajar-mengajar di kampus.

 

“Kesehariannya ceria, aktif berorganisasi. Sejak ketemu di jurusan, pasti teriak memanggil orang,” kata Dian.

 

Menurut Dian, Musdalifa merupakan mahasiswi yang tekun dan selesai kuliah lebih cepat. Selain itu, Musdalifa juga sangat serius mengurus skripsi hingga menyiapkan baju jelang hari wisudanya nanti.

 

“Kebetulan kemarin kepengurusan skripsi dari pagi sampai sore nanya pakai baju apa nanti pakai baju apa. Cukup kenal (Musdalifa). Pesannya sih dia salah satu orang yang mau selesai kalau dari awal sampai terakhir,” jelasnya.

 

Menurut pengakuan sang ayah, Muh Arif Bochari (50) mengatakan, bahwa saat dirinya mewakili wisuda putrinya yang meninggal dunia, dia mengaku tak henti-hentinya meneteskan air mata. Bahkan tangisannya tak terbendung lagi ketika mendapat piagam dan ijazah dari rektor. Hingga tangisnya pecah kala turun dari panggung wisuda. Tak sedikit dari tamu yang hadir ikut meneteskan air matanya.

 

Diketahui, Musdalifa meninggal dunia sebelum mengikuti wisuda. Dia meninggal dalam kecelakaan tunggal setelah menjenguk temannya di Kabupaten Bulukumba pada Mei 2020.

 

Bochari mengatakan, jika putrinya itu bercita-cita ingin melanjutkan studinya di Kediri. Namun sayangnya, takdir berkata lain. Sebelum meninggal, Musdalifa bahkan sempat mengatakan, akan memberi tempat spesial kepada kedua orang tuanya pada hari wisudanya nanti.

 

“Kemarin, sebelum wisudanya, dia rencana ke Kediri dan setelah dari Kediri ambil S2-nya. Oh iya, anak saya pernah bilang kalau diwisuda itu saya harus ditempatkan di tempat VIP,” kata Bochari di kampus UIN Alauddin, Makassar, Selasa (11/8/2020).

 

Perasaan sedih dan terharu pun turut dirasakan oleh Bochari. Pasalnya, anaknya lulus dengan predikat cum laude setelah mendapatkan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,90.

 

“Bersedih sih dan saya anggap ini terharulah karena nilai anak saya alhamdulillah 3,90. Itu cum laude dia,” terangnya.